Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Peredaran Seribuan Botol Miras Digagalkan Polisi di Kudus

Seribuan botol miras yang berhasil diamankan polisi dari mobil boks di Desa Wates Undaan, Kudus. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Kudus – Seribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek berhasil diamankan jajaran satuan Samapta Polres Kudus, Jumat (18/11/2022) sore.

Setidaknya ada 1.464 botol minuman keras yang berhasil diamankan dari sebuah mobil boks L300 pada operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Ngatmin, mengatakan pengamanan seribuan lebih botol miras tersebut setelah adanya informasi dari masyarakat yang mengetahui adanya mobil boks yang membawa miras.

Mobil boks tersebut juga sudah sempat menurunkan beberapa kardus di salah satu rumah warga setempat berinisial TN.

”Kemudian langsung kami bergerak menuju ke lokasi, dan kami amankan mobil tersebut di jalan dekat Pasar Wates,” katanya, Sabtu (19/11/2022).

Ia menjelaskan, miras berbagai merk yang berhasil diamankan tersebut merupakan kiriman dari wilayah Semarang.

Selain barang bukti yang diamankan, sales berinisial (KR) warga Kabupaten Demak, yang menjadi distributor miras tersebut juga diamankan ke Polres Kudus untuk diberi pembinaan.

Baca: Polisi di Kudus Sita Miras dari Sejumlah Warung

Terlebih, peredaran miras di wilayah Kudus sudah melanggar pasal 3 ayat 1 Perda Kab Kudus Nomor 12 Tahun 2004 tentang lara an minuman beralkohol.

”Selain tidak diperbolehkan di Kudus, miras juga bisa jadi pemicu terjadinya tindak pidana,” ujarnya.

Sebagai informasi, seribuan botol miras tersebut terdiri dari, 272 botol Beer Bintang, 444 botol Congyang, 96 botol Anggur Merah, 492 botol Beer Anker, 36 botol Anggur Merah Javan, 12 botol Anggur Merah Gold, 24 botol Kawa Kawa Merah, 24 botol Kawa Kawa Hijau, dan 64 botol Beer Bintang.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.