Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Latah pada Orang Dewasa Apa Bisa Disembuhkan? Ini Faktanya

Latah pada Orang Dewasa Apa Bisa Disembuhkan? Ini Faktanya
Foto: Ilustrasi (Robin Higgins dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Orang yang mengalami penyakit latah saat ini masih banyak ditemukan. Latah merupakan penyakit yang ditandai dengan reaksi kaget yang ekstrem atau berlebihan.

Jika orang latah dikagetkan dengan disertai kata-kata, maka secara spontan ia biasanya akan mengeluarkan atau mengulangi kata-kata yang diucapkan orang lain.

Selain mengulang kata-kata, ciri lain penderita latah adalah melompat, menjerit, memukul atau melempar. Lantaran perilakunya bisa seperti ini, penderita latah seringkali menjadi bahan candaaan teman-temannya.

Baca juga: Alami Sakit Tulang Ekor? Coba Redakan dengan Cara Pengobatan Ini

Padahal hal ini sebenarnya bisa memperparah sakit yang diderita. Oleh sebab itu, jangan suka dengan sengaja membikin kaget pengidap latah.

Lantas, apakah penyakit latah bisa disembuhkan? Melansir dari Halodoc, Jumat (18/11/2022), latah dalam bahasa Inggris disebut Jumping frenchmen of maine. Adapun, istilah ini pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19 di Maine, Canada, Amerika Serikat dan Quebec. Pengidap kondisi ini memberikan respon sangat cepat, natural dan tidak disengaja.

Latah tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Satu-satunya langkah yang dapat membantu mengurangi frekuensi latah yakni dengan berhenti mengagetkan pengidap gangguan ini.

Latah Tidak Dapat Sembuh

Latah adalah respon seseorang ketika mengalami kaget karena mendengar suara keras atau kejadian spontan. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya bisa berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Melansir Rare Disease, tidak ada terapi khusus untuk pengidap latah. Cara terbaik untuk mengurangi frekuensi latah adalah dengan tidak mengagetkan pengidap dengan penyakit ini.

Adapun reaksi yang dilakukan oleh pengidap ketika latah, yakni:

1. Ekolalia: Mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh orang lain.

2. Koprolalia: Mengucapkan kata-kata kasar, kotor atau vulgar.

3. Ekopraksia: Meniru gerakan yang dilakukan oleh orang lain.

4. Automatic obedience: Melakukan gerakan yang diperintahkan oleh orang lain.

Penyebab Latah pada Orang Dewasa

Reaksi kaget merupakan respons yang umum dialami oleh seseorang ketika mendengar suara atau mendapat sentuhan yang tidak terduga. Namun, pada pengidap latah, reaksi tersebut terjadi secara berlebihan.

Hingga kini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, latah diduga terjadi akibat penyakit atau kondisi tertentu. Adapun penyebab latah pada orang dewasa, yakni:

1. Afasia, yakni gangguan komunikasi yang dipicu oleh kerusakan pada otak.

2. Cedera kepala akibat kecelakaan atau terbentur benda keras.

3. Gangguan otak yang menyebabkan organ tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

4. Penyakit Parkinson, yakni gangguan pada sistem saraf yang dapat menurunkan kemampuan dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh.

5. Demensia, yakni gangguan yang memicu penurunan daya ingat dan cara berpikir.

6. Radang otak (ensefalitis), yakni peradangan pada jaringan otak yang memicu munculnya gejala gangguan saraf.

7. Skizofrenia, yakni gangguan kesehatan mental yang berpotensi mengubah tingkah laku, emosi dan komunikasi pengidapnya.

8. Stroke, yakni penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak mengalami perubahan akibat penyumbatan.

9. Epilepsi, yakni gangguan pada sistem saraf pusat akibat perubahan pola aktivitas listrik di dalam otak.

Guna menurunkan risiko latah pada orang dewasa, adapun upaya yang bisa dilakukan, yakni menjaga kadar gula dan tekanan darah tetap normal. Langkah ini bertujuan untuk mencegah stroke.

Selain itu, pengidap juga disarankan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah meningitis yang dapat memengaruhi kesehatan otak. Jangan lupa juga untuk menggunakan helm atau pelindung kepala saat bepergian menggunakan kendaraan bermotor.

Jika mengalami keparahan gejala latah, silakan tanya dokter untuk mengetahui langkah penanganan yang bisa dilakukan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.