Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Petani Harus Tahu, Pupuk Bersubsidi Saat Ini Hanya Dua Jenis

Petani Harus Tahu, Pupuk Bersubsidi Saat Ini Hanya Dua Jenis
Perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero) Wilayah Jateng dan DIY mengecek stok pupuk di Pati. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Jakarta – Masih banyak para petani yang belum mengetahui jika ada pengurangan jenis pupuk bersubsidi yang diberikan kepada para petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani, yakni pupuk urea dan NPK.

Pengurangan pupuk bersubsidi itu mengacu pada Permentan Nomor 10 Tahun 2022. sementara sebelumnya, jenis pupuk subsidi ada lima, yakni Urea, NPK, SP36, ZA, dan pupuk organik.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah memilih mengerucutkan jenis pupuk subsidi untuk efektivitas biaya di tengah kenaikan harga bahan baku pupuk akibat perang Rusia-Ukraina. NPK dan urea dipilih lantaran kedua pupuk itu dinilai mampu untuk menopang produktivitas berbagai jenis komoditas pertanian.

Baca: Bertemu Jokowi, Petani Tebu di Mojokerto Ini Keluhkan Harga Pupuk yang Mahal

”Kenapa harus urea, karena urea itu memberi kesuburan. Semua ilmu mengatakan seperti itu. Kenapa NPK, itu menjaga buah. Total itu dua,” jelas Syahrul, dikutip dari Detik.com, Jumat (18/11/2022).

Syahrul juga mengatakan jika Permentan Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, mengatur tentang komoditas yang mendapat pupuk bersubsidi dari sebelumnya 70 komoditas pertanian, kini hanya sembilan komoditas.

Sebanyak sembilan komoditas pertanian tersebut antara lain padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao, tebu, dan kopi. Komoditas tersebut dipilih lantaran merupakan komoditas pokok dan strategis yang memiliki dampak terhadap laju inflasi.

Baca: Kapal Pembawa Bahan Baku Pupuk Terbakar di Perairan Banten

”Masalah pupuk kurang lebih tidak dikurangi, hanya sesuai dengan kesepakatan kita semua di sini dan hasil evaluasi Ombudsman, hasil evaluasi badan pemeriksa, diefektifkan dari 69 jenis komoditas menjadi sembilan jenis. Itu hasil kesepakatan kita dan bukan Kementan saja, Komisi IV, ada panjanya,” jelas Syahrul.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.