Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Barrier, Pembatas Lajur Pengaman Kendaraan di Jalan Tol

Mengenal Barrier, Pembatas Lajur Pengaman Kendaraan di Jalan Tol
Foto: Pembatas jalan tol dipasang untuk keamanan pengendara (bpjt.pu.go.id)

Murianews, Kudus – Pembangunan jalan tol terus dilakukan pemerintah sejak tahun 1975. Selain di Jawa, pembangunan jalan tol juga dilaksanakan di pulau lainnya, seperti di Pulau Sumatera.

Adanya jalan tol banyak dirasakan manfaatnya. Salah satunya adalah jarak tempuh menjadi lebih singkat sehingga bisa hemat waktu menuju tempat tujuan.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melintasi jalan tol. Seperti memperhatikan batas kecepatan sesuai dengan ketentuan.

Baca juga: Ini Batas Kecepatan Berkendara di Jalan Tol yang Perlu Diketahui

Saat berkendara di jalan tol pasti sering melihat ada pembatas lajur sepanjang jalan baik dibagian tengah, maupun dibagian bahu jalan hingga dekat gerbang tol. Pembatas lajur tersebut bernama Barrier yang berbahan beton maupun plastik.

Melansir dari laman Badan Pengatur Jalan Tol, Kamis (17/11/2022), barrier yang merupakan beton pracetak ini dinamakan ”Concrete Barrier” yang memiliki kelebihan lebih kokoh dan tidak akan mudah rusak atau bergeser sehingga lebih aman sebagai pembatas.

Barrier beton yang dominan berwarna silver tersebut dinilai lebih aman karena spesifikasinya lebih kuat dan dapat menahan beban kendaraan hingga 13 ton.

Barrier beton tersebut juga dipasangkan glass road stud berwarna putih, kuning, atau merah yang berfungsi untuk memantulkan cahaya dan memberikan penerangan berbentuk bulatan-bulatan kecil di sepanjang jalan tol ketika malam hari dilintasi kendaraan yang menyalakan lampu.

Selain Concrete Barrier juga terdapat barrier lainnya yang bernama ”Water Barrier” berwarna orange dan biasanya dipasang di median jalan ataupun saat masuk gerbang tol untuk mencegah pemakai jalan memasuki jalur lalu lintas yang berlawanan arah, juga digunakan ketika sedang melakukan pekerjaan perawatan jalan melindungi pekerja, hingga membantu meredam benturan ketika kecelakaan.

Water barrier biasanya terbuat dari bahan plastik HDPE yang tahan terhadap bahan kimia dan kuat menghadapi cuaca panas maupun hujan dengan volume ukuran dari pembatas jalan ini minimal 500 liter dan bobot maksimal 16 Kg.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: bpjt.pu.go.id

Ruangan komen telah ditutup.