Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pembuang Bayi di Srikandang Jepara Ditetapkan Jadi Tersangka

Pembuang Bayi di Srikandang Jepara Ditetapkan Jadi Tersangka
Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Fachrur Rozi. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Pelaku pembuang bayi laki-laki di semak belukar Desa Sikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, S (4) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

’’Pelaku kami jadikan tersangka. Dia diduga dengan sengaja meninggalkan bayi di semak-semak itu,’’ jelas Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, Kamis (17/11/2022).

Dari serangkaian proses penyidikan yang dilakukan, pihaknya telah menemukan bukti-bukti yang kuat. Dengan bukti-bukti itu, mengungkapkan tersangka telah melakukan tindak pidana sesuai Pasal 308 KUHP.

Baca: Penemuan Bayi di Srikandang Jepara Diselidiki

Rozi mengatakan saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya segera memintai keterangan para saksi, melakukan olah TKP, lalu setelah itu diinformasikan tahap selanjutnya.

’’Yang bersangkutan (S) masih menjalani perawatan di Puskesmas Bangsri dan belum bisa dimintai keterangan. Karena mengalami pendarahan usai melahirkan,’’ terang Rozi.

Dijelaskan, tersangka dijerat dengan Pasal 308 KUHP. Dalam pasal itu disebutkan seorang ibu karena takut diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan menempatkan anaknya untuk ditemukan orang lain dengan maksud melepaskan diri dari anaknya, maka terancam maksimum pidana tersebut dalam Pasal 305 dikurangi separuh.

Baca: Pembuang Bayi di Srikandang Jepara Diamankan, Ternyata…

Sedangkan dalam ancaman hukuman maksimal di Pasal 305 KUHP, di mana seorang ibu menaruh anaknya di suatu tempat agar dipungut orang lain terancam hukuman 5 tahun enam bulan.

Diberitakan sebelumnya, S tega membuang bayinya sendiri yang baru saja dia lahirkan. Bayi laki-laki itu dibuang di semak belukar dekat kandang sapi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.