Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Jatim

Jelang Vonis Anak Kiai Jombang, Simpatisan Mas Bechi Penuhi PN Surabaya

Jelang Vonis Anak Kiai Jombang, Simpatisan Mas Bechi Penuhi PN Surabaya
Simpatisan Mas Bechi berada di depan Pn Surabaya (Detikcom)

Murianews, Surabaya – Sidang vonis kasus pemerkosaan santri di Pondok pesantren Shiddiqiyyah Jombang oleh Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) yang merupakan anak dari pengasuh Ponpes tersebut, digelar hari ini, kamis (17/11/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ratusan simpatisan Mas Bechi pun hadir memenuhi halaman PN Surabaya. Bahkan sebagian di antara mereka ada yang masih di pinggir jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

Humas PN Surabaya Anak Agung Gede Agung Pranata mengatakan bahwa pihak PN Surabaya saat ini fokus melakukan pengamanan dari dalam. Artinya, dalam lingkup PN Surabaya saja.

Baca: Anak Kiai Jombang, Mas Bechi Dituntut 16 Tahun Penjara atas Kasus Pencabulan

Ia juga mengatakan bahwa saat pembacaan putusan nanti sidang akan digelar secara terbuka. Dengan demikian, siapa pun dipersilakan mendengarkan, melihat, dan mendokumentasikan hasil putusan sidang.

”Yang tahu persis (teknis dan jumlah pengamanan) Polrestabes Surabaya, ya. Kalau di kami, hanya untuk antisipasi. Kami jaga dan siapa pun wajib tertib di ruangan, pembacaan putusan akan dilakukan terbuka,”  ungkapnya, dikutip dari Detikjatim.com, Kamis (17/11/2022).

Baca: Polisi Angkut 3 Truk Massa yang Halangi Penjemputan Mas Bechi DPO Pencabulan

Dalam hal ini, Mas Bechi dituntut pasal 285 juncto 65 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Namun, ancaman hukumannya ditambah sepertiga dari hukuman awal.

”Pasal 285 juncto 65 ayat 1 KUHP. Kami menuntut ancaman maksimal karena 285 KUHP ini 12 tahun (ancaman penjaranya) maka ditambah sepertiga dari pasal 65, maka total 16 tahun itu yang kami ajukan,” terangnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detikjatim.com

Ruangan komen telah ditutup.