Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengunjungi Desa Wisata Pandanrejo Kota Batu, Nikmati Udara Segar sambil Petik Stroberi

Mengunjungi Desa Wisata Pandanrejo Kota Batu, Nikmati Udara Segar sambil Petik Stroberi
Foto: Wisatawan sedang memetik stroberi di Desa Wisata Pandanrejo, Kota Batu, Jatim. (jadesta.kemenparekraf.go.id)

Murianews, Batu – Kota Batu merupakan salah satu wilayah yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kota Batu baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang.

Kota Batu dikenal memiliki panorama alam yang indah dan udara yang sejuk. Hal inilah yang menjadikan Kota Batu sebagai destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.

Ada banyak destinasi wisata di Kota Batu. Antara lain, Wisata Alam Cangar (sumber air panas), Wisata Alam Air Terjun Cuban Talun (air terjun, area perkemahan, dan goa Jepang), Wisata Alam Air Terjun Cuban Rais, Kawasan Wisata Songgoriti, Wisata Selecta, Wisata Jatim Park, Batu Night Spectacular, Museum Satwa, dan Wisata Paralayang Gunung Banyak.

Baca juga: Pesona Desa Wisata Gumelem Banjarnegara, Mulai Panoraman Alam dan Wisata Religi

Selain itu, bisa juga liburan ke desa wisata yang ada di Kota Batu. Salah satunya ke Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Desa Wisata Pandanrejo Kota Batu merupakan salah satu desa peraih anugerah desa wisata dalam ajang Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Rakyatnya Cerdas Mandiri Sejahtera) tahun 2022 Provinsi Jawa Timur.

Melansir dari NU Online Jatim, Rabu (16/11/2022), Sekretaris Desa Pandanrejo, Yoyok Handoyo menjelaskan, desanya memiliki empat destinasi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan.

Pandanrejo ini memiliki keunggulan Wisata Petik Stroberi. Potensi ini, melalui Bumdes dikelola dengan membentuk unit usaha yang mengelola Wisata Petik Stroberi.

Selain itu, Desa Pandanrejo juga memiliki wisata alam yang dikelola warga. Yaitu Kaliwatu Rafting, Coban Kali Lanang, dan Taman Dolan.

Terkait Wisata Petik Stroberi, ia memaparkan bahwa dahulu masyarakat petani Stroberi di Desa Pandanrejo hanya menjual hasil taninya kepada tengkulak saja.

Namun, dengan adanya unit usaha ini ada beberapa inovasi, seperti halnya buah segar yang tidak laku dijual bisa diolah menjadi minuman Stroberi, jenang, maupun olahan lainnya.

Yoyok berharap ke depan berbagai sektor pariwisata di Desa Pandanrejo bisa dikelola lebih baik dari sebelumnya, termasuk beberapa sektor yang terpaksa tutup karena Pandemi Covid-19 beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Pengelola Wisata Petik (Lumbung) Stroberi, Andri Tri memaparkan, pihaknya membawa beberapa unit usaha yang dimiliki dalam ajang Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Rakyatnya Cerdas Mandiri Sejahtera) tahun 2022 beberapa waktu yang lalu.

”Kita kemarin membawa beberapa unit usaha seperti halnya rafting, tubing, Stroberi, pinball, pembatik, dan yang paling banyak orang penasaran yakni pembuatan keramik,” tutur Andri.

Wisata Lumbung Stroberi selalu memberdayakan dan menampung hasil tani strawberry untuk dibantu dalam hal pemasaran produk. ”Pengiriman paling sering ke Surabaya mas, omset kemarin tembus angka Rp70 juta dalam satu bulan,” jelasnya.

Andri juga memaparkan, Wisata Lumbung Stroberi mulai digerakkan sejak tahun 2018 akhir. ”Tapi mulai jalan sejak tahun 2019. Kemudian, tahun 2020 Pandemi Covid-19 datang saat kami panen raya. Itu yang membuat kita awalnya bingung, karena panen raya dan wisata tutup. Akhirnya kita membuat terobosan bahwa Stroberi dapat meningkatkan imun, tetapi jualan onlinenya yang kita galakkan. Namun, hasilnya malah jauh lebih baik,” terangnya.

Andri berharap pengelolaan wisata yang ada kedepannya bisa ditingkatkan lebih baik dari yang sudah diraih sebelumnya.

Sebagai informasi, akses menuju Desa Pandanrejo bisa melewati pertigaan depan The Singhasari Resort & Convention Batu atau Pasar Karangploso ke arah Barat. Tentunya, perjalanan menuju desa tersebut disuguhkan pemandangan yang indah dan menawan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jatim.nu.or.id

Ruangan komen telah ditutup.