Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gara-Gara Segel, Pemkab Pati Diadukan ke KPK hingga Presiden

Gara-Gara Segel, Pemkab Pati Diadukan ke KPK hingga Presiden
Pemkab Pati melalui Satpol PP Kabupaten Pati mencopot segel di Balai Desa Dukuhseti, Selasa (15/11/2022). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Ancaman pihak Soenari, pemilik sertifikat tanah yang berdiri bangunan Balai Desa Dukuhseti dan SDN 2 Dukuhseti melaporkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bukan isapan jempol.

Butut dari pencopotan segel yang melekat di Balai Desa Dukuhseti dan SDN 2 Dukuhseti itu, Pemkab Pati kini resmi diadukan pihak Soenari ke KPK, Ombudsman, Kemenkopolhukam, hingga Presiden.

Laporan yang dilayangkan Rabu (16/11/2022) itu lantaran, tindakan Pemkab Pati dinilai sudah menyalahgunakan wewenang serta melanggar hukum pidana.

’’Terkait masalah pembukaan segel hingga pencabutan pohon pisang yang ditanam klien kami, sudah kami sampaikan surat aduan penyalahgunaan wewenang ke sejumlah pihak,’’ ujar kuasa hukum Soenari, Beti Wirandini.

Baca: Segel Dicabut, Pemilik Lahan Balai Desa dan SDN 2 Dukuhseti Pati Bakal Tuntut Pemkab ke Polda

Pihaknya juga bakal melaporkan tindakan Pemkab Pati ke Polda Jawa Tengah. Menurutnya, Pemkab Pati tidak mempunyai wewenang mencopot segel dan mencabut pohon pisang milik kliennya itu.

’’Kami juga (akan) melaporkan pemkab ke Polda Jawa Tengah terkait dugaan penyerobotan lahan. Termasuk, tindakan mencabut pohon pisang yang sudah ditanam di lahan yang sah sesuai sertifikat bahwa itu milik klien kami,’’ tutur dia.

Ia menegaskan, keabsahan kepemilikan tanah kliennya tersebut. Menurutnya dari data-data yang sudah dikumpulkan, tanah tersebut sudah dimiliki kliennya sejak 1963 dan sudah bersertifikat.

’’Kemudian ada pembaharuan pada 1997 sesuai dengan peraturan pemerintah. Sertifikat tersebut sah dan asli sudah divalidasi BPN. Terkait penguasaan itu (pembangunan SD dan kantor desa) ada main. Nanti akan kami buka semuanya,’’ kata dia.

Baca: Soal Sengketa Lahan, Kades Dukuhseti Pati: Gugat Dulu Sebelum Segel

Ia pun berharap nantinya juga ada audiensi. Dalam audiensi nanti, pihaknya akan membuka semua bukti-bukti yang didapatkan.

’’Karena itu kami minta ada audiensi. Kami undang nanti semua pihak-pihak yang terkait (BPN, Pemkab, Ombudsman) duduk bersama. Akan kita buka untuk memperjelas status tanah tersebut. Dari awal kami membuka audiensi namun belum ada tanggapan positif,’’ pungkas Beti.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.