Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mungkinkah Kudus Bakal Terdampak Resesi?

Ilustrasi: Kendaraan melintas di gerbang Kudus Kota Kretek. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Resesi menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Lantas, apakah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bakal terimbas resesi?

Iqbal Faza, dosen manajemen logistik Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus memberikan penjelasan terkait resesi. Dia menjelaskan, resesi merupakan situasi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut mengalami minus.

”Resesi itu ketika kondisi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut atau selama satu semester mengalami minus,” katanya, Rabu (16/11/2022).

Iqbal menyampaikan, sejauh ini resesi baru dirasakan di negara-negara dengan industri besar. Di antaranya Jerman, Prancis, dan Inggris.

Iqbal Faza menambahkan, selama konsumsi masyarakat bagus dan tidak menahan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, kemungkinan untuk terimbas resesi dapat dikatakan kecil. Oleh sebab itu dirinya menyebut, daya beli masyarakat harus terus berputar.

”Perekonomian nasional kan salah satunya ditopang oleh tingginya konsumsi. Maka dari itu jangan menahan konsumsi,” sambungnya.

Baca: Kudus Diyakini Aman dari Resesi di 2023

Ia berpendapat, selama konsumsi masyarakat Kudus maupun warga Indonesia masih bagus dan ekonomi terus berputar dapat mencegah resesi.

”Makanya pemerintah memberikan bantuan supaya masyarakat memiliki daya beli. Oleh sebab itu, warga yang mendapatkan BLT jangan digunakan untuk membeli handphone maupun barang impor lainnya. Tetapi dibelikan makanan agar ekonomi tetap berputar,” teragnya.

Lebih lanjut, menurut Iqbal Faza konsumsi maupun ketergantungan barang impor juga harus dikurangi. Sedangkan konsumsi kebutuhan sehari-hari harus terus digalakkan.

”Saya rasa untuk Kudus sepertinya tidak terimbas resesi. Tetapi ya resesi tetap perlu diwaspadai,” imbuhnya.

Baca: Kemnaker Antisipasi PHK Saat Adanya Resesi Global 2023

Sebelumnya Bupati Kudus HM Hartopo menyebut jika Kabupaten Kudus diprediksi masih aman dari resesi ekonomi di tahun 2023 mendatang. Hal tersebut dikarenakan dia yakin perekonomian di Indonesia juga aman dari resesi.

”Kalau Indonesia saya yakin aman walau memang saat ini dolar naik, tapi semua sektor masih aman, Kudus pun juga aman, tidak ada hal yang mengkhawatirkan saat ini,” ucap Hartopo, Jumat (11/11/2022).

Walau begitu, isu resesi di tahun 2023 tidak bisa dipandang sebelah mata. Sistem manajerial masing-masing sektoral pun diminta untuk segera ditata dan disempurnakan.

”Jadi bagaimana caranya sistem manajerial itu bisa mengatasi resesi nanti,” ungkapnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.