Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diduga Keracunan Cilor, 20 Siswa SD 3 Balepanjang Dibawa ke Puskesmas

Ilustrasi. (Freepik)

Murianews, Wonogiri – Sebanyak 20 siswa SDN 3 Balepanjang, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, dilarikan ke Puskesmas Baturetno, Selasa (15/11/2022). Mereka diduga keracunan jajanan cilor yang dibeli dari pedagang kaki lima (PKL) yang dijual di sekitar sekolah.

Kepala SDN 3 Balepanjang Agus Setyono menjelaskan, dugaan keracunan tersebut diketahui saat para siswa hendak masuk kelas sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, lima siswa muntah-muntah usai mengkonsumsi cilor yang dijual PKL di sekitar sekolah.

Baca: Diduga Keracunan Jajanan, 33 Siswa MI di Magelang Dilarikan ke Rumah Sakit

”Kemudian, kelima siswa saya bawa ke unit kesehatan sekolah (UKS) dan saya beri air kelapa untuk menetralisir racunnya. Setelah itu, ternyata ada siswa lagi yang keracunan,” kata Agus seperti dikutip Solopos.com, Rabu (16/11/2022).

Ia menyebutkan, total siswa yang keracunan berjumlah 20 anak. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Baturetno begitu diketahui banyak anak yang keracunan.

Tenaga kesehatan di puskesmas segera menangani anak-anak dengan memberikan susu. Beberapa anak perlu diberikan infus.

”Ada yang sempat sesak napas juga . Tapi berhasil ditangani dokter puskesmas. Alhamdulillah mereka di puskesmas sampai pukul 15.00 WIB. Setelah itu, anak-anak sudah di rumah masing-masing dan telah pulih kembali,” ujar dia.

Agus menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya siswa membeli cilor seharga Rp 1.000 dan mendapat bonus satu cilor. Informasi yang didapat agus dari anak-anak, satu cilor yang menjadi bonus itu rasanya pahit dan asam. Namun anak-anak tetap memakan cilor tersebut.

Baca: Sembilan Siswa SD di Grobogan Keracunan Permen, Ini Pengakuan Penjualnya

”Namanya anak-anak, mungkin karena senang dapat bonus, cilor itu tetap mereka makan,” ucap Agus.

Dia melanjutkan, sekolah sudah mengimbau para siswa agar tidak membeli jajan di luar sekolah lantaran sekolah telah menyediakan kantin. Selain itu, siswa disarankan membawa bekal makanan dari rumah.

”Bahkan sekolah meminta fotokopi KTP [kartu tanda penduduk] kepada para pedagang yang berjualan di sekolahan. Sebenarnya kami tidak kurang-kurang untuk meminimalisasi anak-anak jajan sembarangan. Tapi namanya anak-anak, kadang susah kalau diatur,” katanya.

Kejadian keracunan yanh dialami anak-anak ini merupakan kali pertama di SDN 3 Balepanjang. Agus berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.