Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Keseharian Empat Orang Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Tidak Lazim

Keseharian Empat Orang Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Tidak Lazim
Rumah empat orang dalam satu keluarga yang ditemukan tewas (detik.com)

Murianews, Jakbar – Keseharian empat orang dalam satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia dalam rumah, rupanya memunyai kebiasaan yang tidak lazim. Bahkan ada salah satu tetangga yang melihat keluarga tersebut, menggunakan alas kaki dari plastik.

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mengatakan, dari informasi yang diterimanya, pernah melihat para anggota keluarga tersebut menggunakan alas kaki plastik.

”Beberapa saksi pernah melihat beberapa (korban) memakai alas kaki plastik,” kata Benny, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (16/11/2022).

Baca: Empat Jenazah Satu Keluarga Masih Disimpan di RS Polri

Selain itu, beberapa hal tak biasa lainnya juga disampaikan, seperti absennya listrik dan makanan di rumah itu. Menurutnya, hal-hal tersebut bisa menjadi alasan polisi memberi ruang untuk banyak motif dalam kasus itu.

”Melihat adanya hal-hal yang tidak biasa, seperti korban menutup diri dari keluarga, menggunakan alas kaki ditutup plastik, tidak mau ada listrik dan tidak ada makanan di TKP. Maka temuan buku-buku menjadi penting untuk didalami, apakah mungkin ada kaitannya dengan peristiwa tersebut,” tuturnya.

Baca: 4 Orang Sekeluarga Meninggal Sempat Meminta Listriknya Diputus

Sebelumnya, Benny telah mengungkapkan kepolisian menemukan buku berbagai macam agama di rumah yang menjadi lokasi tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Ia menyebut temuan buku masih didalami penyidik dan menjadi bagian proses penyelidikan.

”Betul sekali, Kompolnas menerima informasi dari Polres Jakarta Barat bahwa di TKP ditemukan beberapa buku yang berisi ajaran beberapa agama,” kata Benny.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Ruangan komen telah ditutup.