Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Di KTT G-20, FIFA Serukan Damai di Ukraina Selama Piala Dunia 2022

FIFA
Presiden FIFA, Gianni Infantino serukan gencatan senjata untuk perang di Ukraina selama Piala Dunia 2022. (internet)

Murianews, Denpasar – Di KTT G-20, FIFA serukan damai di Ukraina selama Piala Dunia 2022. Seruan ini disampaikan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino secara resmi di Bali, saat berbicara degan sejumlah pemimpin G-20.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyerukan ‘gencatan senjata Piala Dunia’ selama satu bulan bagi perang Rusia-Ukraina. Seruan ini disampaikan kepada para pemimpin dunia yang hadir di KTT G-20 di Bali, sebelum turnamen Piala Dunia 2022 digelar.

Invasi Rusia atas Ukraina sudah berlangsung hampir sembilan bulan. Di kancah sepak bola, Timnas Rusia sebenarnya mendapat kesempatan menjalani play-off melawan Polandia. Namun FIFA kemudian memberikan hukuman pada mereka.

Gianni Infantino dalam permohonannya menyerukan kepada para pemimpin dunia di G-20 untuk mengambil semua langkah yang bisa dilakukan untuk mengakhiri konflik. Piala Dunia 2022 diharapkan bisa mendinginkan situasi di sana.

“Sepak bola adalah kekuatan untuk kebaikan. Tentu saja kami tidak naif untuk percaya sepak bola dapat menyelesaikan masalah dunia – untuk ini, Anda ada di sana,” ujar Infantino dalam pesannya.

Selama Piala Dunia 2022, Gianni Infantino berharap ada gencatan senjata yang bisa dilakukan. Sehingga selama turnamen berlangsung, ada kedamaian di Ukraina.

“Kami tahu fokus utama kami sebagai organisasi olahraga adalah dan seharusnya olahraga. Tetapi karena sepak bola menyatukan dunia, Piala Dunia ini, dengan lima miliar orang menontonnya dapat menjadi pemicu gerakan positif untuk tanda atau pesan harapan,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: Erick Thohir Temui Presiden FIFA, Bahas Sepak Bola Nasional

“Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia terakhir pada 2018. Ukraina sedang mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2030. Mungkin Piala Dunia saat ini yang dimulai dalam lima hari bisa menjadi pemicu positif,” tambahnya lagi.

Setidaknya, selama satu bulan selama Piala Dunia 2022 berlangsung, bisa dimunculkan situasi damai. Sehingga pada gilirannya dari sisi kemanusian bisa muncul kembali dialog sebagai langkah awal menuju perdamaian.

“Anda adalah pemimpin dunia, Anda memiliki kemampuan untuk memengaruhi jalannya sejarah. Sepak bola dan Piala Dunia menawarkan Anda dan dunia platform persatuan dan perdamaian yang unik, jadi mari kita gunakan kesempatan ini untuk melakukan semua yang kita bisa untuk mulai mengakhiri semua konflik,” tandasnya.

Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: Daily Mail

Ruangan komen telah ditutup.