Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

CEO Persipa Berdoa di Makkah, Berharap Kejelasan Liga 2

Persipa Pati
CEO Persipa Pati Joni Kurnianto berswafoto di Masjidil Haram, Makkah. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – CEO Persipa Pati berdoa di Makkah, berharap kejelasan Liga 2. Joni Kurnianto saat ini menjalani ibadah umroh di tanah suci. Dalam kesempatan itu, ia pun berdoa di Masjidil Haram Mekkah agar Liga 2 ada kejelasan.

Joni menyempatkan berswafoto di Masjidil Haram, Makkah. Ia mengenakan jersey Persipa Pati warna biru dengan membentangkan syal yang bertuliskan ”Wani Ngeyel,” salah satu jargon klub berjuluk Laskar Saridin itu.

”Alhamdulillah Persipa Pati sudah sampai di Masjidil Haram Mekkah. Semoga Persipa Pati dapat karomah dan barokahnya,” kata Joni melalui pesan singkat, Selasa (15/11/2022).

Ia pun berharap kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan induk sepak bola di Indonesia PSSI untuk segera membuat keputusan tentang kompetisi sepak bola. Pihaknya mengaku siap menerima apapun keputusan yang diambil.

”Mohon segera diputuskan Liga 2 itu. Kalau aturannya belum jelas, ya segera diberhentikan atau kalau aturannya sudah jelas ya segera dilanjutkan,” kata lelaki yang juga salah satu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati itu.

Sebelumnya dikabarkan, imbas ketidakpastian kompetisi Liga 2 2022/2023 ini, manajemen Persipa Pati memutuskan meliburkan latihan tim untuk sementara waktu. Awalnya manajemen meliburkan hingga tanggal 7 November lalu. Namun libur kembali diperpanjang hingga jelasnya kompetisi.

BACA JUGA: Liga Tak Jelas, Libur Persipa Pati Diperpanjang

General Manager Dian Dwi Budianto pun menyayangkan ketidakjelasan kompetisi sepakbola di Indonesia. Dirinya berharap PSSI segera memberikan kejelasan Liga 1, Liga 2 dan Liga 3.

”Kalau diberhentikan silakan diberhentikan. Kalau pengen lanjut silahkan lanjut. Yang penting jelas,” kata dia beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kejelasan ini sangat penting mengingat pihaknya terus menggaji pemain meskipun Liga 2 dalam masa penundaan. Bila tidak ada kejelasan, pihaknya akan terus mengeluarkan biaya oprasional tanpa ada pemasukan dari penjualan tiket atau lainnya.

”Gak ada pemasukan sama sekali. Di dua bulan ini kita sudah cari uang kemana-mana, gaji juga mati-matian, karena tidak ada masukkan,” keluhannya.

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Budi Santoso

Ruangan komen telah ditutup.