Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

131 Orang Meninggal Karena Kecelakaan di Grobogan

131 Orang Meninggal Karena Kecelakaan di Grobogan
Ilustrasi kecelakaan maut. (Murianews)

Murianews, Grobogan – Sebanyak 131 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kabupaten Grobogan. Catatan itu terjadi sejak Januari hingga pertengahan November 2022 ini.

Data itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Ansipasi Balap Liar yang digelar Polres Grobogan di Ruang Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (14/11/2022) kemarin.

Dalam data tersebut disebutkan, dari ada 738 kejadian kecelakaan lalu lintas terdapat kerugian materiil sebanyak Rp 329 juta. Adapun korban luka ringan tercatat sebanyak 775 orang dan luka berat tiga orang.

Dalam sebulan, rata-rata terjadi 60 kejadian kecelakaan. Bulan dengan angka kecelakaan paling minim yakni pada Februari dengan hanya 43 kejadian, disusul Maret dengan 58 kejadian.

Baca: Marak Pencurian Helm di Grobogan, Ini Tindakan Polisi

Sedangkan, paling banyak terjadi kecelakaan pada Agustus dengan 94 kejadian. Kemudian, Mei dengan 82 kejadian. Untuk November, hingga pertengahan ini ada 25 kejadian laka.

Sementara, berdasarkan usia, korban kecelakaan rata-rata berusia produktif (16-25 tahun) dengan total 266 orang. Kemudian disusul usia 51 tahun ke atas dengan total 239 orang, serta usia 41-50 tahun dengan 117 orang.

Secara tersirat, dalam forum tersebut terungkap balapan liar turut menyumbang angka kecelakaan. Namun, tak disebutkan secara terperinci jumlah kejadiannya.

Wakapolres Grobogan Kompol Samsu Wirman menyatakan, berbagai upaya telah dilakukannya. Yakni untuk mencegah laka lalu lintas secara umum, maupun mencegah adanya balap liar.

’’Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurai permasalahan lalu lintas di Grobogan. Mulai dari pembuatan spanduk, himbauan, sosialisasi, pembinaan, rekayasa lalu lintas, hingga yang terakhir penegakan hukum,’’ paparnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.