Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ngenes, Kakek di Kudus Tinggal Sendirian di Gubuk 2×2 Meter

Kusrin tinggal di gubuk seorang diri. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Kemiskinan masih ditemui di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Salah satunya kisah seorang kakek bernama Kusrin, yang tinggal di sebuah gubuk kecil.

Kusrin saat ini berusia 79 tahun hidup di sebuah gubuk yang berlokasi di RT 03, RW 02, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Gubuk tersebut berukuran 2×2 meter.

Pengamatan Murianews, gubuk berukuran 2×2 meter itu bagian dindingnya terbuat dari bambu dan seng. Sementara bagian dalamnya hanya berisi kasur dan lemari.

Selain itu juga tidak tersedia kamar mandi. Kusrin selama ini mandi menumpang di tetangganya.

Kusrin menjelaskan, ia sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di gubuk tersebut. Dia tinggal di gubuk seorang diri. ”Sudah sepuluh tahun hidup di sini sendiri. Kondisinya ya apa adanya,” katanya, Selasa (15/11/2022).

Baca: Nenek Difabel di Kudus yang Hidup di Gubuk Dievakuasi ke Rumah Sakit

Pria kelahiran Kudus, 12 April 1943 itu kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilannya juga tidak menentu.

Untuk penerangan di gubuk itu, ia ikut nebeng aliran dari rumah saudaranya yang letaknya tidak jauh dari gubuknya.

”Listriknya nebeng rumah saudara yang di depan. Kalau makan sehari-hari jajan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Barongan, Sugiarto mengatakan, warganya tersebut sebenarnya masih memiliki tiga orang anak.

”Kalau istrinya sudah meninggal. Sedangkan anaknya ada tiga tetapi tinggalnya di Desa Glantengan,” ujarnya.

Baca: Kades se-Kudus Kompak Saweran untuk Bedah Rumah Warga Miskin

Sugiarto melanjutkan, tanah yang menjadi tempat berdirinya gubuk tersebut merupakan tanah milik orang tua Kusrin.

Dia melanjutkan, Kusrin baru memiliki KTP Kudus di tahun ini. Tepatnya pada 27 Juli 2022.

Pada 2019 pihaknya sudah berupaya mengajak Kusrin untuk membuat KTP Kudus. Sehingga ketika ada bantuan dapat diusulkan.

”KTP sebelumnya sudah tidak berlaku. Sehingga tidak dapat mendapatkan bantuan-bantuan dari pemerintah,” terangnya.

Dari penjelasannya, Kusrin baru mendapatkan bantuan melalui BLT Dana Desa pada Oktober 2022. Yakni sebesar Rp 300 ribu.  ”Beberapa hari lalu Pak Kades juga ngasih uang juga,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.