Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

UMK Kudus 2023 Mulai Dibahas Hari Ini

Ilustrasi gaji. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Dewan Pengupahan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan mulai membahas upah minimum kabupaten (UMK) Kudus tahun 2023, mulai Selasa (15/11/2022) hari ini.

Dewan Pengupahan tersebut berasal dari Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kudus yang mewakili pekerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kudus yang mewakili pengusaha. Serta Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kudus yang mewakili pemerintah.

Ketua KSPSI Kudus yang juga ada di Dewan Pengupahan Andreas Hua mengatakan, mereka akan segera membahas UMK hari ini. Perwakilan pekerja telah menyampaikan keinginan mereka terkait kenaikan UMK.

Di mana sesuai kesepakatan, mereka menginginkan kenaikan UMK sesuai laju inflasi di Jawa Tengah.

”Sehingga kenaikan UMK setidaknya mencapai 5 hingga 7 persen dari UMK tahun 2022 ini,” ujarnya, Selasa (15/11/2022).

Baca: Penetapan UMK Jateng Tunggu Pengumuman UMP dari Pusat

Andreas menyebutkan, kenaikan tersebut bisa dibilang masih realistis walau pada akhirnya belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

”Dewan pengupahan akan mencari solusinya nanti, bisa dengan skema skala upah sama seperti tahun ini, namun besarannya berapa nanti akan muncul kesepakatan,” pungkasnya.

Pada tahun 2021 lalu, Dewan pengupahan Kabupaten Kudus menyepakati adanya kenaikan struktur dan skala upah bagi pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun. Yakni sebesar 3,84 persen dari UMK 2022 yang ditetapkan sebesar Rp 2.293.058,26.

Jumlah itu, setara dengan Rp 88.053,43. Sehingga jumlah upah yang diterima oleh pekerja yang masa kerjanya lebih dari setahun adalah sekitar Rp 2.381.111,69.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.