Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sengketa, Balai Desa dan SDN Dukuhseti 2 Pati Jadi Kebun Pisang

Sengketa, Balai Desa dan SDN Dukuhseti 2 Pati Jadi Kebun Pisang
Telihat beberapa pisang ditanam di halaman SDN Dukuhseti 2. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Penyelesaian sengketa lahan SDN Dukuhseti 2 dan balai desa setempat masih belum menemui kejelasan. Belakangan, lahan yang berdiri dua bangunan itu ditanami pohon pisang.

Beberapa pohon pisang tampak berdiri di halaman SDN Dukuhseti 2 Pati dan lahan parkir Balai Desa Dukuhseti. Diketahui, pohon itu ditanam oleh pemilik sertifikat lahan itu, Soenari.

’’Kemarin dijanjikan oleh Muspika bahwa segel akan dibuka hari Senin (14/11/2022). Tapi sampai saat ini belum juga ada kejelasan. Malah kemarin sore halaman SD ditanami pohon pisang oleh putra Mbah Soenari. Terus terang kami kecewa kepada pemerintah,’’ ujar Nur Sholihin, warga Desa Dukuhseti, Senin (14/11/2022).

Ia dan warga lainnya pun mendesak pemerintah segera mengambil langkah hukum terkait permasalahan tersebut. Mereka khawatir permasalahan ini berlarut-larut sehingga pelayanan kepada warga dan aktivitas sekolah terganggu.

Baca: Kepala SDN Dukuhseti 2 Pati Bantah Beri Perintah Penyegelan Sekolah

’’Jika memang tidak mau menyelesaikan, biar masyarakat yang bergerak. Untuk itu kami meminta pemerintah ataupun kepala desa untuk segera melakukan upaya hukum agar segera ada kejelasan status tanah tersebut,’’ tegasnya.

Warga bahkan mengancam melakukan aksi turun ke jalan jika permintaan mereka terkait penyelesaian permasalahan sengketan lahan itu tidak kunjung direspon.

’’Kami warga Dukuhseti dan wali murid bakal melakukan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Jika tidak segera ada kejelasan terkait permasalahan penyegelan ini,’’ pungkas dia.

Baca: Gegara Konflik Lahan SDN 2 Dukuhseti Pati, KBM Siswa Ngungsi di Rumah Warga

Diketahui, lahan Balai Desa dan SDN Dukuhseti 2 dalam sengketa. Sertifikat lahan seluas 2.500 meter persegi itu atas nama salah satu warga desa setempat, Soenari. Padahal bangunan SD maupun Balai Desa sudah berdiri puluhan tahun.

Pada Minggu (6/11/2022) lalu, pihak Soenari melalui kuasa hukumnya menyegel gedung Balai Desa dan SDN Dukuhseti 2. Mereka merasa lahan itu merupakan hak Soenari.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.