Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Harga Kedelai di Kudus Makin Mahal, Tembus Rp 14 Ribu Lebih

Kedelai di salah satu produsen tahu di Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali naik semakin mahal. Saat ini harganya menembus Rp 14.150 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai impor semakin naik. Dimulai dari harga Rp 12.700 ribu per kilogram pada September 2022 lalu. Kemudian pada akhir Oktober 2022 naik menjadi Rp 13.900 ribu per kilogram.

Saat ini harganya menyentuh Rp 14.150 ribu per Kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi sejak Sabtu (12/11/2022) lalu.

Muhammad Amar Ma’ruf, pengelola Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Kudus, Jawa Tengah mengatakan, harga kedelai tersebut sangat tinggi. Bahkan merek tertentu harganya menyentuh Rp 14.250 ribu per kilogram.

”Harga kedelai segitu termasuk tinggi. Produsen tahu atau tempe bisa dibilang kasihan karena sulit untuk untung dengan harga kedelai yang sudah tinggi. Belum lagi harus membayar karyawan juga,” katanya, Senin (14/11/2022).

Baca: Subsidi Kedelai Bakal Ditambah Jadi Rp 3.000 Per Kilogram

Lebih lanjut, Muhammad Amar Ma’ruf, menambahkan harga kedelai Rp 14.150 itu merupakan yang tertinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, di tahun yang sebelumnya harga kedelai hanya menyentuh Rp 10 ribu per kilogram hingga Rp 12 ribu per kilogram.

”Kalau harganya tinggi, produsen terpaksa mengurangi produksi dan mengecilkan ukuran. Karena kalau mau menaikkan harga tahu atau tempe pasti ditinggalkan konsumen,” sambungnya.

Dia menjelaskan, saat ini harga kedelai Rp 35 ribu per papan. Harga tersebut dirasa olehnya tidak terlalu tinggi.

”Kalau produsen menjual harga Rp 35 ribu belum terlalu mahal. Makanya ini yang kasihan produsen,” terangnya.

Baca: Zulhas Sebut Bulog akan Impor 350 Ribu Ton Kedelai

Pihaknya memprediksi harga kedelai dapat terus naik hingga akhir tahun. Sementara itu, saat ini di gudang PRIMKOPTI Kudus stoknya juga menipis.

”Untuk stoknya di gudang PRIMKOPTI Kudus saat ini masih ada 40 ton yang dapat digunakan untuk dua hari, karena permintaan sehari 10 sampai 15 ton. Kalau habis nanti minta kiriman lagi dari Semarang. Dari Semarang stoknya masih lancar,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.