Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pembangunan IBS RSUD KUDUS Capai 35 Persen

Pembangunan IBS
Pembangunan IBS Kudus (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Proyek pembangunan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, terus dikebut. Hingga pekan ke-15 pelaksanaan pekerjaan, progres proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 56, 6 miliar inipun telah mencapai 35 persen.

Dari rencana awal, progres pembangunan ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan melebihi target realisasi hitungannya, yakni 31 persen pada pekan ke-15.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dr. Abdul Hakam mengungkapkan, untuk mengejar target agar dapat selesai tepat waktu pada Desember 2022 pihak pelaksana proyek menambah jumlah pekerja hingga ratusan dan jam lembur.

Hal ini juga sebagai bentuk antisipasi musim hujan yang dimungkinkan akan menghambat pekerjaan. Hasilnya, progress pun berjalan dengan lancar.

”Alhamdulillah progres pengerjaan sampai saat ini menunjukkan angka yang positif. Kami berharap dengan penambahan pekerja dan jam lembur ketika curah hujan tinggi seperti sekarang, tidak menjadi hambatan dalam penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak,” ujarnya, Minggu (13/11/2022)

Hakam pun memastikan walau terjadi percepatan pembanguna, kualitas bangunan IBS yang kini tengah dibangun tidak akan berkurang. Apalagi proses pembangunan proyek tiga lantai tersebut diawasi oleh tim Manajemen Konstruksi (MK).

”Kami juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus dalam mengevaluasi perkembangan pembangunan, sepekan sekali kami pantau melalui rapat evaluasi terkait progress pembangunannya,”sambungnya.

BACA JUGA: RSUD Loekmono Hadi Jadi Official Partner Persiku Kudus

Dengan adanya gedung IBS yang lebih modern tersebut, kualitas pelayanan terhadap pasien diharapkan semakin meningkat. Sehingga layanan operasi tidak perlu menunggu jadwal yang terlalu lama karena kapasitas layanan operasinya lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, pelaksanaan tindakan operasi juga lebih cepat karena fasilitas yang tersedia lebih baik dan lebih lengkap serta jaminan tempat yang steril.

Rencananya Gedung IBS yang baru, lantai satu digunakan untuk sterilisasi alat medis, kemudian lantai dua untuk ruang operasi dan lantai tiga untuk ruang ICU (Intensive Care Unit).

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Budi Santoso

Ruangan komen telah ditutup.