Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ketua Yayasan Menara Kudus Diduga Diintimidasi, Ratusan Santri Datangi Rumah Pelaku

Para santri yang mendatangi rumah terduga pelaku intimidasi ketua Yayasan Masjid Menara Kudus. (Murianews/Yuda Auliya Rahman

Murianews, Kudus Ratusan santri di kawasan Menara Kudus mendatangi rumah seorang berinisial SG di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (12/11/2022) malam.

Para santri tersebut bergerak setelah mengetahui Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM2SK) KH Nadjib Hasan diduga diintimidasi oleh sejumlah orang pada Jumat (11/11/2022) malam.

”Save Menara” juga digaungkan di akun Facebook resmi Masjid Menara (Official Menara Kudus).

Dugaan aksi intimidasi ini ditengarai terkait penangkapan seorang preman yang melakukan pemerasan terhadap sopir angkutan Menara Kudus.

Pengurus YM2SK Abdul Jalil mengatakan, saat itu sejumlah orang mendatangi KH Najib. Mereka mengasumsikan adanya penangkapan tersebut merupakan laporan dari pihak yayasan.

”Ada teman-teman yang datang ke Pak Najib, setelah itu dijelaskan pungli itu pidana murni. Ada yang melapor ataupun tidak itu memang kewajiban polisi untuk menindak. Jadi tidak ada urusannya dengan Menara,” katanya, Sabtu (12/11/2022) malam.

Ketika santri mengetahui jika ada banyak orang yang datang, para santri spontanitas saat akan ziarah mempertanyakan tentang hal tersebut. Menurutnya para santri yang mendatangi rumah salah seorang oknum tersebut hanya sekadar mengingatkan.

”Hanya mengingatkan, tolong jaga budaya Kudus. Tolong jaga akhlak kepada kiai, itu saja. Apalagi Menara merupakan cagar budaya nasional. Jadi saling mengingatkan saja, untuk menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Baca: Peras Sopir Angkutan Menara, Pria di Kudus Dibekuk Polisi

Sementara Ketua Ansor Kudus Dasa Susila mengatakan, para santri yang datang bukan melakukan perlawanan. Para santri hanya mengingatkan terhadap terduga pelaku.

Namun, sesampainya di rumah oknum itu, yang bersangkutan tidak ada di rumah. Saat tidak didapati di rumah itu, perwakilan dari para santri yang datang sempat menelpon yang bersangkutan.

“Tadi tidak bertemu, hanya istrinya. Tapi langsung via telpon dan pesan lima kata saja ’Mohon Jaga Akhlak pada Kiai’. Jadi itu saja pesan kami tadi. Kami mengingatkan dan menyampaikan pesan dengan cara santri,” ungkapnya.

Sementara Wakapolres Kudus Kompol Moch Adimas dan Kabag Ops Polres Kudus Kompol Catur Kusuma Adhi enggan berkomentar banyak. Wakapolres hanya menjelaskan kedatanganya merupakan bentuk silaturahmi. ”Tidak ada apa-apa, hanya silaturahmi,” ujarnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.