Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Maluku Utara

Anak Petani Digugurkan Jadi Polwan, Begini Penjelasan Polda Malut

Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Michael Irwan Tamsil. (ANTARA/Abdul Fatah)

Murianews, Maluku – Polda Maluku Utara (Malut) angkat bicara terkait penerimaan calon siswa Bintara Polri tahap II tahun 2022 yang menimpa Sulastri Irwan yang digugurkan jadi Polwan.

Kabid Humas Polda Malut Kombes Michael Irwan Thamsil menyatakan Sulastri digugurkan dari calon polwan karena faktor usia.

”Soal penerimaan Bintara Polri itu, memang bertentangan dengan usia,” kata Michael seperti dikutip CNN Indonesia.

Michael menyatakan usia Sulastri sudah lebih 1 bulan 21 hari, terhitung pada saat buka pendidikan tanggal 25 Juli 2022 lalu. Ia menyebut memang seharusnya masalah ini diberitahu sejak awal seleksi.

”Iya memang, harusnya disampaikan sejak awal, tapi ini kesalahannya ada di operator yang salah menginput,” ujarnya.

Michael mengklaim tidak ada titipan anggota yang sengaja diluluskan dalam penerimaan polwan Polda Malut untuk menggantikan Sulastri.

”Kita pastikan tidak ada titipan, yang bersangkutan memang tidak lulus karena usianya sudah melebihi batas,” katanya.

Sebelumnya Sulastri Irwan mengaku tiba-tiba digugurkan sebagai calon Polwan oleh Polda Maluku Utara (Malut). Padahal, ia berhasil menjadi tiga besar berdasarkan pengumuman pantukhir pada 2 Juli 2022.

Tak hanya itu, ia pun berhasil melewati seluruh tahapan seleksi polwan. Sulastri pun mulai aktif mengikuti apel di Polda Malut. Namun, tiba-tiba dirinya dipanggil karena alasan melewati batas umur pada Agustus 2022 lalu.

”Tapi tidak ada konfirmasi dari pihak SDM untuk selanjutnya bagaimana, karena saya tidak dipulangkan ke Polres Sula tapi ditahan di Polres Ternate,” katanya seperti dikutip CNN Indonesia, Jumat (11/11/2022).

Kemudian dirinya menerima surat yang isinya pergantian calon siswa Diktuk Bintara Polri pada 1 November lalu. Selang satu hari, ia mendapat surat pemberitahuan soal sidang.

”Tapi surat itu dari Polda Maluku Utara, tidak dari Mabes Polri,” katanya.

Dalam sidang itu, Sulastri mengaku mendapat sejumlah pertanyaan. Salah satunya terkait dengan pekerjaan ayahnya. Saat itu, ia pun menjawab apa adanya, termasuk pekerjaan sang ayah yang hanya sebagai petani.

”Saya jawab papa hanya kerja petani, jadi ada kerja apa? Ya kerja. Kalau tidak ada kerja ya sudah,” ujarnya.

Posisi Sulastri lantas digantikan oleh calon peserta yang berada di bawah dirinya. Pihak keluarga Sulastri pun tak terima dengan pencoretan tersebut.

Ibu Sulastri, Maryam Umasugi meminta Kapolda Malut menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi sang anak. ”Saya merasa tidak puas. Saya pikir anak petani ini tidak pantaskah menjadi polisi?” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: CNN Indonesia

Ruangan komen telah ditutup.