Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ansor Grobogan Laporkan Faizal Assegaf Gegara Cuitan

Ansor Grobogan Laporkan Faizal Assegaf Gegara Cuitan
Ahmad Husaini, (dua dari kanan) dari LBH GP Ansor Grobogan memberikan keterangan kepada media usai pelaporan Faizal Assegaf ke Polres Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (11/11/2022). (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda Ansor (LBH GP Ansor) Grobogan melaporkan Faizal Assegaf ke Polres Grobogan, Jumat (11/11/2022). Pelaporan itu mengikuti langkah GP Ansor se-Indonesia.

Laporan itu dilayangkan buntut dari cuitan pegiat media sosial itu di akun Twitternya @faizalassegaf yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf serta PBNU secara umum.

Salah satu cuitannya berbunyi sebagai berikut:

’’Ormas NU bkn rujukan mutlak umat Islam. Sebatas ormas, sama dgn ormas lainnya. Klaim terbesar & paling berjasa, hanya omong kosong!
Fakta membuktikan terlalu banyak perilaku hipokrit & kebobrokan yg kalian buat. Watak berorganisasi yg kalian pamerkan jauh dari akal sehat.’’

Baca: Dinilai Menghina Ketum PBNU, LBH Ansor Pati Polisikan Faizal Assegaf

Perwakilan pelapor, Ahmad Husaini menduga, postingan-postingan atau cuitan-cuitan akun Twitter @faizalassegaf diduga kuat dibuat untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

’’Kebencian atau permusuhan baik terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA),’’ tutur Husaini dalam keterangan tertulis yang diterima Murianews.

Dia melanjutkan, PBNU dan Badan Otonomnya di seluruh Indonesia merupakan suatu entitas yang punya eksistensi di Indonesia. Berdasar uraiannya, tindakan Faizal Assegaf diduga keras mengandung perbuatan pidana. Yakni sebagaimana Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

’’Kemudian telah memenuhi syarat bukti permulaan yang cukup sebagaimana dimanahkan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait perkara ini,’’ paparnya.

Pihaknya pun meminta untuk dilakukan penyelidikan, penyidikan, bahkan bila perlu dilakukan penahanan untuk mengungkap perbuatan pidana tersebut.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.