Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pasien Covid Naik, Sukoharjo Terapkan PPKM Level 1

Covid-19
Varian baru Covid-19. Omicron yang masuk ke Indonesia diduga berawal dari WNI yang pulang dari Nigeria. (Ilustrasi/Murianews)

Murianews, Sukoharjo – Pemkab Sukoharjo kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 selama satu pekan ke depan. Hal ini mengacu pada naiknya angka pasien Covid-19.

Dilansir dari Instagram @dinkes_kab_sukoharjo, total pasien terkonfirmasi Covid-19 pada Rabu (9/11/2022) terdapat 116 pasien aktif, pasien bergejala bertambah 21 orang, tanpa gejala 4 orang, 8 orang dinyatakan sembuh.

Tak ada kasus kematian baru karena Covid-19 di Sukoharjo. Sementara, jumlah kasus kumulatif Covid-19 sampai tanggal 7 November 2022 sebanyak 22.581 orang.

Tingginya angka tersebut membuat Bupati Sukoharjo mengeluarkan Intruksi Bupati Sukoharjo Nomor 25 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 Corona Virus Disease 2019.

Dalam intruksi tersebut, satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan kehadiran 100% peserta didik. Namun aturan itu bersyarat yakni pendidik dan tenaga kependidikan telah melaksanakan vaksin sebesar 80%, dan peserta didik harus menerima vaksin dosis 1 di atas 70% dan dosis 2 di atas 60%.

Untuk satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi tenaga pendidik dan pendidik di bawah 80%, serta capaian vaksinasi dosis 1 peserta didik di bawah 70%, dapat melaksanakan pembelajaran dengan waktu 6 jam per hari dengan kapasitas 100%.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan maksimal 100% work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin, dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Bagi staf keuangan dan perbankan yang memberikan layanan pada masyarakat dapat beroperasi dengan kapasitas 100%, sedangkan pada pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional dapat beroperasi sebesar 75%.

Selain itu, sektor pasar modal yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan, teknologi informasi dan komunikasi yang terkait dengan penyebaran informasi pada masyarakat dapat beroperasi 100%

Sektor perhotelan, losmen, homestay dapat berjalan dengan kapasitas maksimal 100% dengan ketentuan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lidungi.

Sedangkan pada sektor industri orientasi ekspor dan penunjangnya hanya dapat beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 100%, dan pelayanan administrasi perkantoran maksimal 75%.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu mengatakan pada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan.

”Prinsipnya tetap jaga pola hidup sehat, serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker saat bepergian, jaga jarak, serta terapkan cuci tangan,” katanya, seperti dikutip Solopos.com, Jumat (11/10/2022).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.