Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Tempat Spot Surfing Terbaik Kelas Dunia yang Ada di Indonesia

Ini Tempat Spot Surfing Terbaik Kelas Dunia yang Ada di Indonesia
Foto: Ilustrasi surfing (Andi Perdana dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman destinasi wisata alam yang menawan. Ada sungai, gunung, danau dan juga pantai.

Di antara tempat wisata pantai ini ada yang jadi favorit wisatawan untuk surfing atau selanjar. Bahkan, beberapa pantai ini jadi tempat surfing kelas dunia.

Nah, berikut ini adalah spot surfing terbaik kelas dunia yang ada di Indonesia, dilansir dari laman Kemenparekraf, Kamis (10/11/2022):

Baca juga: Mencoba Bono Surfing, Serunya Berselancar Membelah Ombak Sungai Kampar Riau

Pantai Sorake, Nias

Spot surfing terbaik di Indonesia yang pertama ada di Nias, Sumatera Utara. Tetapnya di Pantai Sorake. Pantai ini baru saja menjadi ajang adu ketangkasan para peselancar dunia dalam ajang World Surf League (WSL) Nias Pro 2022, yang digelar pada 23-29 Juni 2022 kemarin.

Hal menarik dari Pantai Sorake Nias adalah gulungan ombak yang nyaris sampai bibir pantai, atau kurang lebih hingga 200 meter, yang sangat jarang ada di pantai lainnya di dunia. Hal ini membuat interval menunggangi ombak di Pantai Sorake jadi lebih lama. Tantangan pun ditambah dengan ketinggian gelombang yang bisa mencapai 3-5 meter.

Pantai Plengkung, Banyuwangi

Masih merasa asing dengan nama pantai ini? Sebutan beken Pantai Plengkung Banyuwangi adalah G-land. Pantai ini kerap menjadi destinasi utama para pecinta sport tourism yang ingin berselancar. Bahkan, G-land Banyuwangi disebut-sebut salah satu spot surfing terbaik di dunia, setelah Hawaii.

Pantai Plengkung Banyuwangi memiliki gulungan ombak setinggi 6-8 meter, dengan interval hingga 5 menit. Tak heran jika G-land kerap menjadi tuan rumah kompetisi selancar tingkat dunia. Salah satu yang baru saja digelar adalah World Surf League Championship Tour (WSLCT) 2022, pada bulan Juni lalu.

Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat

Sekadar informasi, Sumatera Barat memiliki kurang lebih 400 spot surfing yang tersebar di Kepulauan Mentawai. Tak heran kalau banyak yang menyebutnya “surga tersembunyi” bagi para peselancar dunia. Salah satu spot surfing terbaik di Kepulauan Mentawai ada di Pulau Sipora, yang berhasil masuk dalam 20 Spot Surfing Terbaik di Dunia, versi CNN Travel.

Pulau Sipora memiliki ombak yang cukup konsisten, dengan tinggi hingga 7 meter. Karena tingginya gelombong, seakan membentuk terowongan yang sangat menantang bagi para peselancar dunia. Waktu terbaik untuk surfing di Pulau Sipora antara bulan April hingga Oktober. Sebab, pada rentang waktu tersebut ombak di Pulau Sipora sedang tinggi-tingginya.

Pantai Tanjung Setia, Lampung

Salah satu pantai lain di Indonesia yang masuk dalam kalender World Surf League 2022 adalah Pantai Tanjung Setia, Lampung. Event surfing internasional ini bertajuk World Surf League Krui Pro 2022, yang telah digelar pada 11-17 Juni 2022 lalu.

Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, selama puncak musim berselancar, yaitu pada Juni hingga Agustus, ombak Pantai Tanjung Setia bisa mencapai ketinggian antara 6-7 meter, dengan interval ombak yang sangat panjang hingga 200 meter.

Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur

Kalau di Jawa Timur ada G-Land, di Nusa Tenggara Timur punya T-Land. Ya, itulah julukan untuk spot surfing yang ada di Pulau Rote. Ombak di Pulau Rote bisa memanjang hingga 300 meter, dengan tinggi ombaknya bisa mencapai 4,5 meter. Beberapa spot surfing terbaik di Pulau Rote ada di Pantai Nemberala, Pantai Bo’a, dan Pulau Ndana.

Pulau Nihiwatu, Sumba Barat

Satu lagi spot surfing terbaik Indonesia yang ada di Nusa Tenggara Timur, yakni di Pulau Nihiwatu. Perpaduan antara alam yang cantik, keunikan budaya, keramahan penduduk lokal melengkapi sensasi berselancar di Pulau Nihiwatu. Bahkan pulau ini dijuluki dengan nama “Left God Waves”, karena ketinggian dan gulungan ombak yang menantang. Bagi yang ingin menunggangi “Left God Waves” ini waktu terbaiknya ada di bulan Juli-Agustus.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: kemenparekraf.go.id

Ruangan komen telah ditutup.