Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Perbedaan Gejala Flu Biasa dengan Covid-19 XBB yang Penting Diketahui

Ini Perbedaan Gejala Flu Biasa dengan Covid-19 XBB yang Penting Diketahui
ilustrasi omicron (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus – Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini tentunya harus menjadi kewaspadaaan bersama dan jangan sampai abai untuk menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi, kini juga sudah muncul subvarian omicron baru, yakni XXB. Sebanyak 12 kasus ditemukan dari transmisi lokal dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) per Jumat (4/11/2022).

Menurut jubir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril, mengatakan bahwa lima kasus ditemukan di DKI Jakarta, empat kasus di Sumatera Utara, sedangkan tiga kasus lainnya, ada di Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Lampung. Kedua belas pasien Covid-19 subvarian omicron XBB tersebut hanya mengalami gejala ringan.

Baca juga: Covid di Jateng Naik Lagi, Ganjar Minta Warga Tetap Pakai Masker di Tempat Umum

Nah, gejala ringan yang timbul akibat infeksi Covid-19 diketahui kerap tertukar dengan gejala flu biasa. Karena itu, agar tidak terkecoh, penting untuk mengetahui gejala flu biasa dengan Covid-19 XBB. Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Halodoc, Kamis (10/11/2022).

Gejala COVID-19 XBB

Omicron subvarian XBB diketahui memiliki gejala yang identik dengan varian Covid-19 lainnya, bahkan gejala flu secara umum. Mengutip dari salah satu media daring nasional, dokter spesialis paru Qamariah Laila, Sp.P dari RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung, mengatakan  XBB dapat menimbulkan berbagai gejala. Mulai dari batuk, demam, sesak nafas, lemas, sakit kepala, dan pegal-pegal.

Selain itu, ada gejala lain yang juga dapat menjadi penanda infeksi Covid-19 XBB. Contohnya seperti anosmia (penurunan fungsi indera perasa dan penciuman), diare, nyeri tenggorokan, pilek, dan mual hingga muntah.

Berdasarkan gejalanya, Qamariah mengatakan kalau gejala XBB sulit dibedakan dengan flu biasa. Maka dari itu, seseorang yang merasakan gejala tersebut sebaiknya menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan beristirahat di rumah untuk mencegah penularan.

Di sisi lain, menurut jubir Kemenkes, gejala dari Omicron XBB hanya akan muncul selama beberapa hari. Selanjutnya, orang yang terinfeksi akan kembali sehat, gejalanya juga akan berangsur hilang. Dirinya juga menambahkan bahwa penularan subvarian XBB tinggi, tetapi tingkat keparahan dan kematiannya sangat rendah.

Perbedaan Gejala Omicron XBB dan Flu Biasa

Baik antara Covid-19 XBB dan flu biasa memang sebagian besar gejalanya terlihat sama. Kendati demikian, gejala keduanya sebenarnya memiliki perbedaan, yaitu pada batuknya. Pada pengidap flu umumnya mereka akan mengalami batuk berdahak. Sementara itu, pada orang yang terinfeksi Covid-19, pasien umumnya akan mengalami batuk kering.

Meski begitu, dokter spesialis paru-konsultan RSUP Persahabatan, Fathiyah Isbaniah menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, meskipun mengalami gejala batuk berdahak.

“Bisa aja Covid-19, ada infeksi sekunder, lalu batuk berdahak. Infeksi sekunder bisa dari kuman, mulut, apalagi para perokok, cepat sekali jadi infeksi,” ujar Fathiyah dalam sebuah wawancara seperti dikutip dalam salah satu media daring nasional.

Jurus Jitu Hadapi Subvarian XBB

Dilansir dari laman resmi Sehat Negeriku milik Kemenkes, pemerintah meminta masyarakat untuk menegakan protokol kesehatan, mengurangi aktivitas di kerumunan, dan melaksanakan vaksinasi. Hal ini tentunya dilakukan sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Adapun itu, capaian vaksinasi booster di Indonesia baru mencapai 27,62 persen dari target 50 persen. Sementara itu, capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 87 persen, dan dosis keduanya sebesar 73 persen.

Diharapkan masyarakat agar menjalani vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi yang belum, sehingga capaian vaksinasi dapat mencapai jumlah di atas 50 persen. Upaya-upaya pencegahan juga tetap ditegakkan, sebagai antisipasi lonjakan kasus. Mulai dari kesiapsiagaan rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, hingga peningkatan upaya tracing dan testing.

Jika kamu mengalami gejala flu yang tak kunjung membaik, sebaiknya segeralah memeriksakan diri.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.