Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jumlah Gigi Orang Dewasa ternyata Segini Banyaknya, Sudah Pernah Menghitung?

Jumlah Gigi Orang Dewasa ternyata Segini Banyaknya, Sudah Pernah Menghitung?
Foto: Ilustrasi (Gerd Altmann dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Setiap orang memiliki gigi yang tumbuh sejak kecil. Keberadaan gigi ini sangat penting karena ada banyak fungsinya.

Gigi di antaranya berfungsi untuk mengunyah makanan. Selain itu, gigi juga bisa membantu agar dapat berbicara dengan intonasi yang jelas.

Ada beberapa jenis gigi dan fungsinya juga berbeda. Setiap fungsi gigi tersebut bekerja sama dengan lidah dalam mengolah makanan sampai masuk ke tenggorokan.

Baca juga: Tak Selalu Merusak, Ini Manfaat Permen Karet untuk Gigi yang Perlu Diketahui

Jumlah gigi ini bisa bertambah seiring perkembangan usia. Lantas berapa banyaknya gigi orang dewasa? Pernahkah Anda menghitungnya?

Melansir dari Halodoc, Kamis (10/11/2022), pertumbuhan gigi sebenarnya telah terjadi sejak masih dalam kandungan. Meski demikian, gigi pertama baru akan muncul dari gusi ketika bayi berusia sekitar 6-12 bulan.

Gigi anak yang pertama kali muncul biasa disebut dengan gigi susu. Setidaknya, anak akan memiliki 20 gigi susu hingga usianya tiga tahun yang tumbuh secara bertahap, masing-masing 10 gigi pada rahang bagian atas dan bawah. Selanjutnya, memasuki usia 12-14 tahun, mayoritas anak telah memiliki gigi permanen yang disebut dengan gigi dewasa.

Berapa Jumlah Gigi Orang Dewasa?

Sudah pasti, jumlah gigi orang dewasa tidak sama dengan gigi pada anak. Jumlah gigi orang dewasa normalnya adalah sebanyak 32 gigi, termasuk gigi geraham paling belakang atau disebut geraham bungsu. Berikut pembagian gigi orang dewasa berdasarkan jenisnya:

1. Gigi seri

Gigi seri berada pada barisan depan yang fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi seri pada orang dewasa berjumlah 4, dengan 2 gigi pada rahang bagian atas dan bawah.

2. Gigi taring

Selanjutnya, ada gigi taring yang posisinya berada di urutan nomor 3 dari lengkung rahang. Gigi ini memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan gigi seri dengan bagian ujungnya yang runcing. Fungsinya untuk merobek makanan. Jumlah gigi taring orang dewasa yaitu 4, dengan 2 gigi pada rahang bagian atas dan bawah.

3. Gigi premolar

Berikutnya adalah gigi premolar yang berjumlah 8, dengan masing-masing 4 gigi pada rahang bagian atas dan bawah. Letak gigi ini tepat di sebelah gigi taring. Fungsinya untuk membantu menggiling dan menghancurkan makanan.

4. Gigi geraham

Geraham bisa disebut sebagai gigi yang paling kerap dipakai. Gigi jenis ini juga disebut sebagai gigi paling kuat dengan fungsi melumat dan mengunyah makanan. Tak hanya itu, gigi geraham juga bekerja sama dengan lidah untuk membantu proses menelan makanan. Gigi geraham pada orang dewasa berjumlah 8, masing-masing 4 pada rahang bagian atas dan bawah.

5. Gigi geraham bungsu

Terakhir adalah gigi geraham bungsu yang jumlahnya 4, masing-masing 2 gigi pada rahang bagian atas dan bawah. Gigi ini muncul lebih lama dibandingkan dengan jenis gigi lain, biasanya ketika memasuki usia 17-21 tahun.

Meski demikian, tidak semua orang dewasa memiliki gigi geraham bungsu, misalnya gigi bungsu ini tidak tumbuh dengan benar atau disebut impaksi. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan cabut gigi atau bedah mulut untuk menghindari terjadinya infeksi.

Penyebab Jumlah Gigi Orang Dewasa Lebih atau Kurang dari Normal

Ternyata, jumlah gigi orang dewasa bisa lebih atau kurang dari normal, dalam hal ini 32. Jika jumlahnya lebih dari normal, kondisi ini disebut sebagai hyperdontia. Sementara itu, jumlah gigi orang dewasa kurang dari normal disebut dengan hypodontia.

Hyperdontia belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, diduga kondisi ini terjadi karena cacat lahir atau ada riwayat genetik. Hyperdontia pada beberapa hal tidak memerlukan penanganan. Meski demikian, dokter gigi bisa merekomendasikan untuk melakukan cabut gigi, terutama apabila ada tanda lain seperti:

  • Tidak dapat mengunyah makanan dengan baik.
  • Terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Sulit untuk membersihkan gigi sehingga mengarah pada kondisi medis lain.

Sementara itu, hypodontia terjadi karena kelainan atau cacat bawaan. Biasanya, gigi yang tidak tumbuh atau hilang berjumlah kurang dari 6. Selain itu, ada pula kondisi yang disebut dengan oligodontia. Kelainan ini terjadi ketika 6 gigi atau lebih tidak dapat tumbuh karena gagal berkembang.

Meski kondisi ini umum terjadi, tetap perlu dilakukan perawatan untuk menutup atau memperbaiki celah yang terbentuk antara gigi. Sebab, jika perawatan tidak dilakukan, sejumlah kondisi lain rentan terjadi, termasuk:

  • Penurunan rasa percaya diri.
  • Gigi keropos atau bahkan membusuk.
  • Mengalami kendala ketika mengunyah.
  • Sulit mengucap kata atau berbicara.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.