Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tertangkap Basah Ambil 16,47 Gram Sabu, Kurir di Solo Diringkus Polisi

Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menginterogasi kurir sabu-sabu saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolresta Solo, Kamis (10/11/2022). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Murianews, Solo – Polresta Solo mengamankan seorang kurir sabu berinisial HS di wilayah Kecamatan Jebres, Rabu (2/11/2022). Saat ditangkap, warga Kecamatan Banjarsari, Solo itu tertangkap basah mengambil enam paket sabu seberat 16,47 gram.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan, penangkapan itu berawal saat anggota Satresnarkoba Polresta Solo mendapat laporan dari masyarakat ihwal transaksi penjualan sabu-sabu. Dari informasi itu, polisi lantas melakukan serangkaian penyelidikan di wilayah Jebres.

Baca: Kurir Sabu di Kudus Dapatkan Upah Rp 30 Ribu Tiap Transaksi

Akhirnya petugas mendapat informasi tersangka HS tengah berada di wilayah Jebres. Saat keluar dari rumah dan hendak menghidupkan mesin sepeda motor, polisi langsung menyergap tersangka.

Lantaran panik dan kaget saat melihat aparat mendatanginya, tersangka berupaya melarikan diri. Sontak, polisi langsung bergerak dan kurir sabu-sabu di Solo itu berhasil disergap di pinggir jalan.

”Tersangka HS merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika pada 2018. Tersangka merupakan kurir sabu-sabu yang dijual sesuai pesanan,” katanya, saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolresta Solo seperti dikutip Solopos.com.

Berdasarkan keterangan tersangka, barang haram itu diperoleh dari teman lamanya saat bekerja sebagai sopir ekspedisi beberapa tahun lalu. Tersangka HS dihubungi teman lamanya itu dan diminta mengambil paket sabu-sabu di wilayah Jaten, Karanganyar.

Paket sabu-sabu itu diletakkan di dekat tiang listrik di pinggir jalan. Dari tangan kurir yang disergap di wilayaha Jebres itu, Polresta Solo menyita barang bukti berupa enam paket sabu-sabu seberat 16,47 gram, satu unit handphone.

Baca: Kurir Sabu yang Diringkus di Kudus Suruhan Napi

Kemudian, tiga timbangan dan satu alat hisap dan korek api. “Tersangka HS dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 20 tahun,” ujar dia.

Sementara itu, HS mengatakan mendapat penghasilan dari kurir sabu senilai Rp 300 ribu. Dia mengaku pernah menjalani hukuman penjara selama empat tahun dengan kasus yang sama pada 2018.

”Saya menerima asimilasi sehingga menjalani hukuman sekitar dua tahun lebih beberapa bulan. Seluruh sabu-sabu dipasok dari teman lama,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.