Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Apotek dan Rumah Sakit di Kudus Dilarang Pakai Sirop yang Izinnya Dicabut BPOM

Ilustrasi obat Sirop hendak dituangkan (Freepik)

Murianews, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah memastikan puluhan obat sirop tidak lagi dijual di apotek-apotek yang terdapat di Kudus. Rumah sakit di Kota Kretek juga telah dilarang memakai obat yang dilarang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal ini sebagai tindak lanjut dicabutnya 69 izin edar obat sirop yang berasal dari tiga industri kesehatan.

Sebelumnya BPOM mencabut 69 izin edar obat sirop milik tiga perusahaan farmasi, yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat edaran ke beberapa fasilitas kesehatan. Yakni per 20 Oktober 2022 lalu. Surat edaran dari Dinas Kesehatan itu bernomor 443/4655/11.04/2022.

Surat Edaran tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor SR.01.05/11/3461/2022 tanggal 18 Oktober. Yakni terkait Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney injury) pada Anak dan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 965/25 tanggal 19 Oktober 2022 tentang Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak.

”Kami sudah menyampaikan imbauan juga ke direktur rumah sakit se-Kabupaten Kudus, Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Kabupaten Kudus, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kudus,” katanya, Kamis (10/11/2022).

Pihak DKK Kudus juga telah melakukan pemeriksaan obat sirop di fasilitas pelayanan kesehatan. Yakni pada 7 November 2022 sampai 9 November 2022 lalu.

”Kami juga melakukan pemeriksaan obat sirop di beberapa faskes. Yakni perihal obat sirop terkait informasi dari BPOM yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas aman,” imbuhnya.

Baca: Pemerintah Diminta Setop Penggunaan Semua Merek Obat Sirop

Terpisah, Leavi Farchati, Apoteker Penanggungjawab Perusahaan Daerah Apotek Kabupaten Kudus mengatakan, dari 69 obat sirop di tiga perusahaan farmasi tersebut, pihak Apotek Kabupaten Kudus hanya menjual produk obat sirop dari PT Afi Farma saja.

”Dari tiga industri farmasi itu di sini (Apotek Kabupaten Kudus, red) hanya jual obat yang dari PT Afi Farma saja. Terdiri dari Cetirizine Sirop 60 ml, Ambroxol HCI Sirop 60 ml, dan Paracetamol Strawberry Sirop 60 ml,” katanya, Rabu (9/11/2022).

Dirinya merincikan, sebanyak tiga produk obat tersebut telah ditarik pada Rabu (9/11/2022). Jumlahnya ada 14 botol.

Rinciannya yakni Cetirizine Sirop 60 ml sebanyak empat botol, Ambroxol HCI Sirop 60 ml sebanyak lima botol, dan Paracetamol Strawberry Sirop 60 ml sebanyak lima botol.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.