Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pelaku Pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan Pati Divonis 18 Tahun

Pelaku Pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan Pati Divonis 18 Tahun
Sidang kasus pembunuhan Jalan Juwana-Jakenan, RH, Kamis (10/11/2022). (Murianews/Screenshot)

Murianews, Pati – Pelaku Pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan, RH, dijatuhi hukuman 18 tahun penjara, Kamis (10/11/2022). Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati menilai terdakwa secara sah dan menyakinkan melakukan pembunuhan berencana.

’’Menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindakan turut serta melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan terdakwa dengan penjara selama 18 tahun,’’ ujar Hakim Ketua Grace Meilanie membacakan putusan.

Majelis Hakim juga mengungkapkan beberapa barang bukti yang menjadi landasan. Di antaranya, smartphone beserta sim cardnya, golok yang diduga digunakan untuk membunuh serta sepeda motor.

Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntunan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dipenjara 20 tahun. Ini sesuai Pasal 340 KUHP.

Baca: Puluhan Pustakawan Non-ASN Pati Dapat Bantuan

Humas PN Pati, Aris Dwi Hartoyo mengatakan majelis hakim merasa JPU bisa membuktikan tuntutannya sehingga memvonis terdakwa bersalah. Meskipun vonis lebih ringan dibandingkan tuntutan.

’’Majelis hakim berkeyakinan terdakwa melakukan tindak pidana berdasarkan alat bukti yang ada. Termasuk saksi-saksi,’’ ucap dia usai persidangan.

Diketahui kasus pembunuhan ini terjadi pada Maret 2020 di Jalan Juwana-Jakenan. Kasus ini diduga lantaran adanya hubungan cinta segitiga antara seorang cewek, korban dan tersangka.

Korban bernama Edi S waktu itu tergeletak tak bernyawa di pinggir Desa Karangrejo, Juwana, Pati. Ia mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Di antaranya, robek pada leher sebelah kanan dan bersimbah darah hampir putus.

Baca: Sidang Pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan Pati, JPU Hadirkan Gebetan RH

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, mereka menduga RH sebagai pelaku. RH disebut sempat melarikan diri ke Kalimantan sehingga dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia baru ditangkap pada April 2022.

Namun, pernyataan dari Polresta Pati ini dibantah pihak kuasa terdakwa. Mereka merasa tidak pernah mendapatkan surat penangkapan. Selain itu, terdakwa tidak pernah kabur ke Kalimantan.

’’Polresta Pati mengatakan sudah menjadi DPO sejak tahun 2020. Faktanya dari 2020 sampai penangkapan, klain kami tidak pernah melarikan diri dan tidak pernah dipanggil oleh kepolisian. Pergi hanya saat menjadi ABK,’’ tandas Kuasa hukum RH, Esero Gulo.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.