Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kenaikan Tarif Ditolak, PDAM Jepara Terancam Bobor

Kenaikan Tarif Ditolak, PDAM Jepara Terancam Bobor
Pemasangan saluran baru oleh PDAM Jepara. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Jepara – Rencana kenaikan tarif untuk pelayanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo atau PDAM Jepara, Jawa Tengah ditolak Pj Bupati Jepara belum lama ini.

Kondisi itu membuat PDAM Jepara terancam bobor alias tak mendapat keuntungan. Itu diungkapkan Direktur Utama PDAM Jepara, Sapto Budi Riyanto.

Ia menyebut, pada 2020 lalu PDAM Jepara sudah mengalami kerugian hingga Rp 1,2 miliar. Kemudian setahun berikutnya mulai mendapat keuntungan, namun tak banyak, hanya Rp 198 juta. Sementara 2022 ini, PDAM Jepara menargetkan mendapat untung Rp 245 juta.

’’Bila keuntungan selama 2021-2022 digabung, tetap tidak bisa menutup kerugian pada 2020 lalu,’’ ujar Sapto.

Baca: Penambahan SPBN di Jepara, DKP Jateng: Dari 67 Kantong Nelayan Baru Ada 36 Unit

Sapto mengatakan, tak adanya penyesuaian tarif pelanggan menjadi salah satu penyebabnya. Terakhir kali, PDAM Jepara menyesuaikan tarif pada 12 tahun lalu, tepatnya (Oktober 2010).

Menurut Sapto, tarif lama yang ada saat ini sudah tak lagi relevan dengan kondisi terkini. ’’Itu terbukti, dua tahun terakhir (2020-2021, red) kita tidak full cost recovery. Biaya operasional lebih besar dibanding pendapatan,’’ kata Sapto, Kamis (10/11/2022).

Sapto mengatakan, pihaknya pernah direkomendasikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah untuk menaikkan tarif langganan.

Baca: Wow, Catatan Piutang PDAM Jepara Capai Rp 14 Miliar

Rekomendasi itu tak hanya berdasarkan kondisi pada 2020 dan 2021 saja. Melainkan juga pada hasil audit BPKP pada 2017. Rencana menaikkan tarif tahun depan, kata dia, sudah dikonsultasikan dengan konsultan yang kapabel.

Sapto memastikan tidak semua kelas pelanggan mengalami kenaikan tarif yang sama. Untuk pelanggan kelas Reguler 2 misalnya, direncanakan tarif akan dinaikkan sebesar Rp 500 per meter kubik. Pelanggan pada kelas ini paling banyak di PDAM Jepara.

Namun, rencana kenaikan tarif itu ternyata tak direstui Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta. Edy meminta PDAM Jepara memperbaiki pelayanannya lebih dulu dan ditingkatkan hingga 80 persen.

’’Ini sebetulnya sangat berat bagi kami. Tapi, karena PJ Bupati Jepara sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) PDAM Jungporo, kami mengikuti,’’ imbuh Sapto.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.