Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Oknum Guru Terduga Pembully Siswi SMA di Sragen Minta Maaf

lustrasi penghentian ‘bullying’ atau risak. (Sumber fioregroup.org)

Murianews, Sragen – Oknum guru berinisial SW yang diduga membully salah satu siswi SMA Negeri di Sragen lantaran tidak berhijab akhirnya minta maaf. Ia pun menegaskan apa yang disampaikan di depan kelas tidak bermaksut membully.

SW menjelaskan, apa yang disampaikan di depan kelas murni dimaksutkan untuk memberi nasihat kepada semua siswa. Ia pun tak tahu, nasihat yang diberikan dinilai sebagai pembullyan hingga membuatnya diadukan ke polisi.

”Jadi saat itu saya sampaikan secara umum di kelas supaya anak yang lain tahu. Memakai jilbab bukan karena pakaian budaya atau patut-patutan. Tapi memakai jilbab itu karena perintah Allah. Jadi memakai jilbab itu perintah Allah, bukan karena perintah gurunya, saya ingin anak-anak memakai jilbab dengan kesadaran diri, dengan ikhlas, tidak dipaksa dan tidak ditekan. Saya menyampaikannya seperti itu,”” katanya, Kamis (10/11/2022).

Baca: Diduga Bully Siswi Gegara Tak Berhijab, Oknum Guru di Sragen Dipolisikan

Meski begitu, ia mengakui di dalam kelas tersebut hanya ada satu siswi yang tidak mengenakan hijab. Nasihat itupun keluar secara sepontan saat ia melihat siswi tersebut.

”(Nasihat keluar) karena ada satu anak yang belum memakai jilbab itu tadi. Tapi sebelumnya saya tidak pernah menyampaikan itu. Namun karena ada anak yang malu ke masjid tidak jilbaban itu, saya menyampaikan secara spontanitas,” ujarnya.

Guru yang sudah 26 tahun mengajar itu tidak menyangka efek nasihatnya akan berbuntut panjang. Dia juga tidak tahu, jika siswinya itu dibully teman-temannya sejak kejadian tersebut.

Karena adanya keberatan dari orangtua siswi tersebut, SW mengaku sudah bertemu dan meminta maaf kepada keluarga siswi.

Disinggung terkait aturan, SW juga mengakui sekolah negeri tidak memiliki aturan tertulis yang mewajibkan siswinya yang beragama islam memakai jilbab.

”Karena itu saya minta maaf. Saya juga sudah menemui kedua orang tuanya di rumahnya. Sudah minta maaf. Saya menyadari, saya guru biasa bukan malaikat, jadi suatu saat khilaf atau lalai,” ungkapnya.

Baca: Ini Cara Mengajari Anak Membela Diri saat Dibully Teman yang Penting Diketahui

SW pun berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak perlu merembet ke ranah hukum.

”Saya sudah 26 tahun mengajar, dan baru kali ini, jadi mohon dimaklumi dan dimaafkan. Saya juga punya anak dan istri. Kalau bisa, kita tempuh jalur damai, kekeluargaan,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detikjateng.com

Ruangan komen telah ditutup.