Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Baru Tercapai 64 Persen, Perusda Percetakan Kudus Kejar Realisasi Target

Karyawan Perusahaan Daerah Percetakan Kudus mengoperasikan mesin cetak. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Target pendapatan Perusahaan Daerah (Perusda) Percetakan Kudus, Jawa Tengah tahun ini ditetapkan Rp 146 juta. Sejauh ini persentase ketercapaiannya sudah mencapai 64 persen.

Capaian 64 persen itu terhitung sejak Januari 2022 hingga September 2022.

Meski baru tercapai 64 persen, Plt Direktur Perusahaan Daerah Percetakan Kudus, Harun Rosyid mengaku optimistis dapat memenuhi target meski hanya menyisakan waktu 1,5 bulan hingga akhir tahun ini.

”Kalau dilihat dari orderan yang masuk maupun orderan yang rencananya akan masuk, kami optimistis dapat mencapai target Rp 146 juta,” katanya, Rabu (9/11/2022).

Harun menyampaikan, saat ini pihaknya sedang banyak-banyaknya mendapatkan orderan. Beberapa orderan yang masuk berasal dari Oganisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kudus.

Di antaranya Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, dan Dinas Perdagangan Kudus.

Baca: Jadi Tempat Relokasi, Pedagang Terminal Bakalan Krapyak Kudus Protes

Kemudian ada dari RSUD Loekmono Hadi, kantor BPJS Kesehatan, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

”Bentuk orderannya beragam. Ada leaflet, karcis, naskah soal, karcis parkir, karcis masuk wisata, ada juga seperti kalender,” sambungnya.

Pihaknya saat ini terus berupaya agar target sebesar Rp 146 Juta dapat tercapai. Yakni dengan cara memastikan order yang telah masuk agar segera diselesaikan.

”Kemudian untuk orderan yang akan masuk terus kami komunikasikan agar segera deal dan dapat langsung dikerjakan. Maka dari itu kami tetap optimistis mencapai target,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.