Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Wisata Hutan Payau di Pinggir Segara Anakan Cilacap, Cocok buat Tempat Healing

Wisata Hutan Payau di Pinggir Segara Anakan Cilacap Cocok buat Tempat Healing

Foto: Pintu masuk Wisata Hutan Payau Cilacap (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

MURIANEWS, Cilacap – Wisata di hutan yang ada di pawasan pegunungan barangkali sudah biasa dilakukan. Selain sendiri, wisata di hutan juga dilakukan dengan orang tercinta, relasi dan keluarga.

Namun, bagaimana dengan wisata di hutan payau pinggir pantai? Barangkali belum banyak yang piknik ke tempat seperti ini.

Nah, bagi yang pingin punya suasana liburan lain, wisata di hutan payau bisa jadi alternatifnya. Ada banyak hutan bakau yang bisa didatangi, salah satunya adalah Wisata Hutan Payau di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga: Wisata di Telaga Kumpe, Tempat Asyik Main Sampan yang Tersembunyi di Banyumas

Melansir dari Visitjawatengah, Senin (7/11/2022), Wisata Hutan Payau ini berjarak sekitar 4 km dari pusat kota Cilacap. Lokasinya terletak di Desa Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara.

Akses menuju lokasi pun sangat gampang. Jalanan mulus, berbeton, dan tidak jauh dari jalan besar. Pengunjung tinggal mengikuti penunjuk arah yang tertulis jelas.

Hutan Payau ini berada di ujung pemukiman warga, bersebelahan dengan sawah, dan berbatasan dengan Segara Anakan.

Luas hutan yang sekitar 10 hektar ini ditumbuhi 15.000 jenis pohon. Pohon yang tumbuh di Wisata Hutan Payau antara lain, bakau bandul, tancang, bakau kacangan, jeruju, waru, dan ketapang.

Tidak hanya flora saja yang hidup di Wisata Hutan Payau, di sini juga menjadi habitat beberapa fauna. Seperti ikan gelodok, ikan uca, ikan tanggal, udang pistol, dan berbagai jenis burung.

Selain itu juga nampak sedang dibangun kolam pemancingan dan budidaya kepiting. Ada juga beberapa monyet yang dipelihara di kandang.

Dengan tiket masuk Rp 12.500, pengunjung bisa menikmati lebatnya Wisata Hutan Payau beserta wahana yang disediakan dan beberapa spot untuk swafoto. Di depan pintu masuk saja ada jembatan yang terbuat dari bambu. Pengunjung bisa menaikinya menyusuri pepohonan bakau yang lebat.

Mau menantang adrenalin? Ada jaring goyang yang terbuat dari tali saling terhubung dan terikat ke pohon menyerupai jaring. Di jaring goyang ini pengunjung juga bisa menyusuri hutan atau sekedar berswafoto.

Tenang saja itu hanya dua alternatif jalan menyusuri Wisata Hutan Payau. Sebenarnya sudah ada jalan setapak yang dicor, tentu saja lebih mudah dilalui pengunjung.

Di sepanjang jalan setapak ini diperindah dengan beberapa ornamen yang mempercantik jalan. Selain itu juga dibangun beberapa warung dan tempat duduk agar pengunjung bisa beristirahat dengan nyaman.

Di ujung jalan setapak itu, pengunjung sampai di tepi Segara Anakan. Dan ini yang membuat pengunjung tertarik ke Wisata Hutan Payau. Karena dibangunnya dermaga cinta dan jembatan gantar sewu.

Di dermaga ini pengunjung bisa menyewa perahu untuk berkeliling menikmati Segara Anakan. Atau kalau ke Wisata Hutan Payau sore hari, pengunjung bisa menikmati senja di jembatan.

Jembatan ini dibangun sepanjang 300 meter dan setiap sudut ada gubug kecil agar pengunjung bisa beristirahat, berswafoto, atau sekedar menikmati semilir angin di atas tepi Segara Anakan.

Selain itu di Wisata Hutan Payau pengunjung juga bisa nge-camp di camp ground, berswafoto di tempat yang disediakan atau memancing di tepi Segara Anakan. Wisata Hutan Payau ini cocok untuk berlibur bersama keluarga atau sekedar nongkrong tipis menikmati senja bersama sahabat.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Ruangan komen telah ditutup.