Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jokowi Perintahkan Mentan Cek Stok Beras Dalam Negeri

Jokowi Perintahkan Mentan Cek Stok Beras Dalam Negeri

Mentan melihat teknologi persawahan di Balingtan Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwat)

Murianews, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk mengecek ketersediaan beras dalam negeri. Pengecekan harus dilakukan sesuai dengan fakta data yang ada di lapangan.

Syahrul mengaku, pihaknya diberikan waktu sepekan oleh Presiden Jokowi untuk melakukan pengecekan stok beras tersebut.

’’Saya diberi waktu satu minggu untuk mengecek kembali faktual data yang ada, bersama seluruh jajaran, para gubernur, bupati,’’ kata Syahrul, dikutip dari Antara, Selasa (1/11/2022).

Baca: Mentan Bantah Stok Beras Indonesia Menipis

Mentan mengatakan, Presiden Jokowi juga menanyakan soal ketersediaan dan kondisi harga beras di pasaran. Berdasarkan data dan neraca yang dimiliki Kementerian Pertanian, ketersediaan beras saat ini cukup.

’’Bahkan, tahun ini dari prognosis yang disampaikan BPS dan oleh pengkaji kita, para pakar kita, ini produksi yang tertinggi pada panen tertinggi kita Maret-April itu di atas 18,3 juta ton. Kemudian panen kedua kita pada Agustus-Oktober itu bahkan 13 koma sekian (juta ton). Oleh karena itu, data BPS juga menunjukkan bahwa stok-stok itu ada, 60 persen di tangan rakyat sendiri,’’ jelasnya.

Syahrul mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan untuk melakukan stok yang sangat cukup melalui beras cadangan yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog).

Baca: Stok Beras di eks-Karesidenan Pati Diklaim Aman Hingga Tahun Baru 

’’Itu akan saya kejar dalam waktu yang sangat singkat ini,’’ tambahnya.

Menurut Syahrul, dengan ketersediaan stok beras yang cukup diharapkan fluktuasi harga beras dapat ditangani. Pihaknya telah berkomitmen bersama Menteri Perdagangan, Bulog, Bappenas untuk bersama-sama melihat ketersediaan stok beras.

’’Saya sangat yakin ketersediaan cukup. Bahwa data yang ada saat 2022 ini produktivitas lahan yang kita tanami sangat besar. Boleh tanya semuanya, kita tidak pernah ada lahan yang busuk, tidak ada lahan yang (terdampak) bencana maksimal,’’ terangnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.