Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jaksa Sebut Sambo Minta Putri Buat Laporan Terkait Pelecehan Seksual

Jaksa Sebut Sambo Minta Putri Buat Laporan Terkait Pelecehan Seksual

Ferdy Sambo saat memasuki ruang sidang di PN Jaksel (Detik.com)

MURIANEWS, Jakarta – Sidang perdana kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J, digelar hari ini Senin (17/10/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dalam sidang tersebut, jaksa membacakan dakwaan atas Ferdy Sambo dkk yang ditetapkan sebagai terdakwa.

Dalam surat dakwaan itu, Jaksa PN Jaksel menyebut jika Sambo meminta istrinya, Putri candrawati untuk membuat laporan polisi (LP) terkait dugaan pelecehan seksual. Hal ini untuk menutupi kesalahan Sambo yang telah merancang skenario pembunuhan Brigadir J.

”Bahwa pada 9 Juli 2022, terdakwa Ferdy Sambo kembali melakukan cara-cara licik dengan meminta Saksi Putri Candrawathi selaku istri terdakwa agar membuat Laporan Polisi (LP),” kata jaksa saat membacakan surat dakwaan, dikutip dari Detik.com, Senin (17/10/2022).

Baca: Febri Ungkap Kondisi Putri Candrawathi Ditahan di Rutan Mabes Polri

Jaksa mengatakan, dalam LP itu pelapornya adalah Putri Candrawathi, sedangkan terlapornya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brihadir J. Menurut jaksa, laporan yang dibuat Putri adalah laporan tidak benar.

”Saat itu Saksi Putri Candrawathi langsung memberikan keterangan yang dituangkan secara tertulis sebagai pelapor/korban dengan keterangan peristiwa pelecehan di Duren Tiga No 46 yang dilakukan oleh terlapor Nopriansyah Yosua Hutabarat kepada Saksi Putri Candrawathi padahal diketahuinya keterangan tersebut merupakan keterangan yang tidak benar,” jelasnya.

Tidak hanya itu, jaksa juga meyakini jika Putri Candrawathi turut terlibat dalam penembakan Brigadir J. hal itu dibuktikan dengan sikap cuek Putri setelah terjadinya peristiwa penembakan tersebut.

Baca: Putri Candrawathi Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri

”Saksi Putri Candrawathi turut terlibat dalam penembakan yang merampas nyawa korban Nopriansyah Yosua Hutabarat. Saksi Putri Candrawathi dengan tenang dan acuh tak acuh (cuek) pergi meninggalkan rumah dinas Duren Tiga diantar oleh Saksi Ricky Rizal Wibowo menuju ke rumah Saguling 3,” kata jaksa.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.