Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jalan Asemrudung-Jambangan Grobogan Rusak, Warga: Motor Aja Susah Apalagi Mobil

Jalan Asemrudung-Jambangan Grobogan Rusak, Warga: Motor Aja Susah Apalagi Mobil
Warga melintas di jalan penghubung Desa Asemrudung–Jambangan, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Jalan Asemrudung-Jambangan Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan rusak. Akses penghubung dua desa itu bahkan tak bisa dilalui kendaraan roda empat atau mobil.

Ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Grobogan itu masih berupa berbatuan dan tanah yang tak rata. Bahkan, saat diguyur hujan, jalan sepanjang 6 km itu jadi berlumpur dan licin.

Menurut Kepala Desa Asemrudung, Wita, di sepanjang jalan itu, hanya 2 km saja yang sempat tersentuh perbaikan. Itu pun sudah rusak lagi.

”Kalau total panjangnya itu enam kilometer. Yang sekitar dua kilometer sudah diperbaiki dengan cor kanan kiri, tapi sudah rusak lagi. Yang empat kilometer itu sudah belasan tahun tak diperbaiki,” ujar Wita, Kamis (6/10/2022).

Padahal, lanjut Wita, jalan tersebut merupakan akses utama warga ke Kantor Kecamatan Geyer. Wita mengatakan, normalnya jarak ke kota kecamatan dari desanya bisa ditempuh sekitar 15 menit. Namun, karena kondisi rusak, waktu perjalanan bisa mencapai satu jam.

Baca: Desa di Grobogan Ini Bikin Lomba Foto Jalan Rusak, Tujuannya Bikin Angkat Jempol

Wita mengaku pihaknya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut pada setiap momentum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Namun, hingga kini belum ada realisasi pembangunan.

”Terakhir kali ada pembangunan itu di era Bupatinya Pak Agus (menjabat 2001-2006). Setelah itu tak pernah ada pembangunan sama sekali,” katanya.

Lebih lanjut, Wita menyebut, apabila jalan dibangun baik, ekonomi warga pun bisa turut terangkat.

”Di Asemrudung kan juga ada pasar. Jadi kalau jalannya bagus kan bisa meningkatkan ekonomi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Yahmo, warga setempat mengaku dengan kondisi jalan tersebut, membuat warga yang ingin ke Kecamatan Geyer harus memutar dengan jarak tiga kali lipat.

”Kalau mau ke kecamatan, muter, jaraknya tiga kali lipat,” kata dia.

Selain itu, kondisi jalan berbatuan tak rata dan berlumpur saat hujan itu membuat kendaraan roda dua bahkan kesusahan melewati. Menurutnya, kendaraan roda empat tidak akan bisa melewati.

”Ini roda dua saja susah, kalau roda empat mungkin tidak bisa lewat,” tambahnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.