Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Asyik Nongkrong di Warung Kopi, 6 Pelajar Salatiga Kena Razia Satpol PP

Enam pelajar Salatiga saat terjaring razia Satpol PP. (Solopos.com/Hawin Alaina)

MURIANEWS, Salatiga – Satpol PP Salatiga mengamankan enam pelajar saat asyik nongkrong di warung kopi saat jam pelajaran. Keenamnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk mendapat pembinaan.

Usai dibina, keenam pelajar tersebut diminta membuat pernyataan tidak mengulangi hal serupa. Tak hanya itu, keenamnya pun diminta menghubungi pihak sekolah untuk bisa kembali ke sekolah.

Kepala Bidang Penegakkan Satpol PP Kota Salatiga Kikis Kuncoro Sosiawan, mengatakan kegiatan operasi pelajar ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa pada Selasa (4/10/2022). Saat itu, tim gabungan menjaring 15 siswa di Salatiga.

Pihaknya mengaku mendapatkan permintaan dari guru untuk kembali menggelar operasi pelajar. ”Ada guru menanyakan kapan ada lagi operasi pelajar,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (6/10/2022).

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Tujuannya guru dapat mengingatkan siswa masing-masing agar tidak membolos dan tidak menongkrong ketika jam sekolah.

Operasi pelajar ini, lanjut Kikis, menyasar kedisiplinan siswa dan mencegah kenakalan remaja, seperti tawuran dan pornografi.

”Tujuan utama operasi pelajar adalah masalah kedisiplinan, membolos, mengurangi kenakalan remaja. Biasanya itu janjian mau tawuran. Yang paling penting itu terkait pornografi,” jelasnya.

Siswa yang terjaring razia didata dan diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Selanjutnya, mereka harus dijemput oleh guru.

”Kami beri pengarahan. Kami sampaikan Ini pelanggaran pertama, kedua, atau ketiga. Nanti orang tua dipanggil,” ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa ada pergeseran perilaku siswa saat pandemi dan pascapandemi. Dia mencontohkan lokas siswa menongkrong saat membolos itu berpindah.

Pada operasi sebelumnya, ujarnya, lima siswa terjaring di tempat lain atau bukan tempat biasa untuk membolos. Tahun ini, kata Kikis, pihaknya akan lebih banyak menyasar operasi di luar sekolah. Kemudian, tahun depan akan ada operasi di dalam sekolah.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.