Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Siswa SDN 1 Asemrudung Grobogan Belajar di Kelas Rusak, Ini Kata Kadisdik

Siswa SDN 1 Asemrudung Grobogan Belajar di Kelas Rusak, Ini Kata Kadisdik
SDN 1 Asemrudung, Geyer, Grobogan, Jawa Tengah memiliki ruang kelas disangga bambu karena takut atap ambrol. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Tiga ruang kelas SDN 1 Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah rusak. Dua di antaranya masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara, satu ruangan sudah dialihfungsikan jadi gudang. Tiga ruangan itu yakni, Kelas I, II, dan III.

Kondisi kerusakannya seperti tembok retak hingga atap jebol. Bahkan, untuk memperkokoh atap, pihak sekolah harus menyangga atap dengan batang bambu.

Terkait kerusakan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Grobogan Purnyomo buka suara. Menurutnya, perbaikan ruang kelas itu tak bisa dilakukan tahun itu. Sebab, anggaran APBD Perubahan 2022 sudah disahkan.

Baca: Siswa SDN 1 Asemrudung Grobogan Belajar di Bawah Atap yang Disangga Bambu

Purnyomo mengatakan, seandainya kerusakan sekolah tersebut diketahui pihaknya sekitar empat bulan sebelumnya, pihaknya bisa mengusulkan di APBD Perubahan 2022.

Namun, karena APBD Perubahan 2022 sudah diketok, perbaikan SDN 1 Asemrudung paling cepat dilakukan tahun depan.

”Semuanya (ada) proses ya. Itu kalau tiga atau empat bulan yang lalu (kerusakannya diketahui publik), tindakan perbaikannya bisa di Perubahan (APBD Perubahan). Paling-paling bisa saya mintakan di Anggaran Perubahan 2023,” kata dia, Kamis (6/10/2022).

Lebih lanjut, Purnyomo menyebut, tidak diketahuinya kerusakan ruang kelas itu karena kepala sekolah yang tidak meng-update data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

”Dapodik itu harus ada sinkronisasi. Kadang-kadang karena sudah merasa di-upload datanya, sudah beres. Padahal, tidak seperti itu,” imbuhnya.

Eks Kepala SMPN 1 Purwodadi itu menyatakan terima kasihnya kepada media yang telah memberikan informasi mengenai kerusakan di sekolah tersebut.

Namun, sekali lagi, karena sudah masuk Oktober, perbaikan sekolah tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

”Semua anggaran sudah close, sudah tutup. Saya terima kasih kepada teman-teman wartawan, ini saya respon positif, bagaimanapun itu kan anak-anak kita,” paparnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.