Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Awasi Botoh dan Money Politic, Polisi Terjunkan Tim Intelejen di Pilkades Serentak Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama saat memberikan keterangan kepada awak media. (Istimewa/Humas Polres Sragen)

MURIANEWS, Sragen – Guna mengawasi botoh dan praktik money politic atau politik uang, Polres Sragen menerjunkan Tim Intelejen saat Pilkades Serentak, Selasa (25/10/2022). Tim tersebut saat ini bahkan sudah bekerja untuk persiapan lebih dini.

Sesuai rencana, Pilkades Serentak tahun ini akan digelar di 19 desa di Kabupaten Sragen. Ke-19 desa tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Selain Tim Intelejen, polres juga menyiagakan ratusan personel untuk menjaga keamanan desa.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengatakan, keberadaan botoh dan politik uang berpotensi menganggu kondusivitas keamanan desa. Karena alasan itu, pihaknya menerjunkan Tim Intelejen untuk mengantisipasi fenomena botoh di pikades.

Baca: 56 Bakal Calon Kades Ramaikan Pilkades Serentak Sragen, 18 di Antaranya Pasutri

”Aktivitas perjudian atau botohan berpotensi menganggu kondusivitas desa karena pihak yang kalah bisa tidak terima dan membuat masalah. Kalau praktik botoh itu benar ada, maka akan kami tindak tegas,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (6/10/2022).

Ia menyebutkan, dalam pilkades serentak nanti ada enam desa yang masuk zona hijau dan 13 desa yang masuk zona kuning. Desa zona hijau tingkat kerawanannya rendah. Sedangkan di zona kuning tingkat kerawanannya cukup tinggi.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Sragen melakukan roadshow ke 13 desa zona kuning ini untuk melakukan acara deklarasi pilkades damai. Acara ini diikuti para calon kepala desa (cakades).

Mereka diajak untuk deklarasi damai. Bukan cuma itu, cakades juga harus siap kalah dan siap menang. Kapolres menegaskan deklarasi damai itu bersifat mengikat sebagai komitmen moral dari par calon kades, paniti pilkades, badan permusyawaratan desa (BPD), dan pihak lainnya.

”Kami sudah safari di sembilan desa dan empat desa akan dilakukan pada Senin besok. Untuk yang enam desa di zona hijau ini tingkat kerawanannya rendah karena calonnya sepasang suami istri sehingga tidak perlu deklarasi damai,” jelasnya.

Kapolres juga berpesan kepada para tim sukses calon agar tetap menjaga kondusivitas desa dan rata-rata mereka siap menciptakan kesejukan dan kedamaian. Dia menerangkan damai itu harus diciptakan semua pihak, baik dari calon, tim sukses, panitia pilkades, dampai BPD dan warga.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.