Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Empat Budaya Jepara Diusulkan Jadi WBN

Empat Budaya Jepara Diusulkan Jadi WBN
Para pemain kentrung di Jepara saat pentas. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengusulkan empat budaya untuk dijadikan sebagai warisan budaya nasional (WBN). Harapannya, karya budaya itu terikat dengan legalitas yang kuat dan jelas.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ida Lestari menyebut, empat karya budaya itu adalah ukiran macan kurung, seni pertunjukan emprak dan kentrung Jepara, serta makanan tradisional horog-horog.

”Kami sudah ajukan empat itu. Semoga tahun depan bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB),” kata Ida, Kamis (6/10/2022).

Ida menjelaskan, untuk Macan Kurung, karya seni ukir itu memang khas Kota Ukir. Serta menjadi salah satu identitas kota berjuluk Bumi Kartini itu.

Macan kurung sendiri dibuat dari kayu gelondongan utuh. Melalui teknik dan keahlian khusus, kayu diukir dan dipahat sedemikian rupa.

Baca: Soal Kerawanan Konflik Pilkades, Begini Klaim Dinsospermasdes Jepara

Kemudian, membentuk seekor macan yang posisinya berada di dalam kurung. Istimewanya, macan kurung ini tidak dibuat dengan cara ditempel-tempel, melainkan murni pahatan dan ukiran utuh.

”Jadi bukan bendanya, tapi teknik. Mengukir macan di dalam kurungan itu tidak semua orang bisa, harus benar-benar maestro,” jelas Ida.

Sudah adanya ikon tengara seperti monumen ataupun tugu di daerah pengusul, juga menjadi poin tersendiri karya budaya tersebut dapat menyandang predikat WBTB.

Sedangkan horog-horog, diusulkan karena memiliki kekhasan tersendiri. Makanan itu pun hanya bisa ditemukan di Jepara.

Sementara itu, emprak dan kentrung adalah seni pertunjukan yang dimainkan dua sampai lima orang. Dengan menabuh terbang, personil bercerita sambil bertutur dengan cara melagukan lewat pantun atau syair-syair.

”WBTB itu identik dengan khasnya yang di daerah pengusul,” kata dia.

Jika tahun depan keempat karya budaya ini disetujui oleh tim ahli di pusat sebagai WBTB, maka akan melengkapi warisan budaya yang telah ditetapkan sebelumnya.

Diawali pada 2015 untuk penetapan seni ukir Jepara. Berikutnya di 2020 ada tiga sekaligus, yakni tradisi lomban kupatan dengan larung kepala kerbau, Perang obor Tegalsambi, dan Jembul Tulakan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.