Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kursi Roda Inspektorat Pati untuk Penyandang Disabilitas Tambahmulyo

Inspektur Daerah Pati, Agus Eko Wibowo saat memberikan kursi roda secara simbolis kepada Suwarno (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Suwarno (64) penyandang disabilitas Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) mengaku bersyukur setelah mendapatkan bantuan kursi roda dari Inspektorat Daerah Kabupaten Pati. Terlebih, kursi roda yang saat ini Ia miliki, sudah dalam kondisi rusak.

Kaki kanan Suwarno terpaksa harus diamputasi hingga di bawah lutut lantaran terkena penyakit diabetes akut. Sehingga, saban hari Ia harus menggunakan kursi roda untuk melakukan aktivitasnya.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan (Kursi roda) ini. ini saya simpan dulu, nanti kalau (Kursi roda) yang lama sudah tidak bisa digunakan,(kursi roda) yang baru ini, akan saya pakai,” kata Suwarno yang didampingi istrinya usai menerima kursi roda dari Inspektur Kabupaten Pati, Kamis (6/10/2022).

Bantuan kursi roda dari Inspektorat Pati juga diberikan kepada empat penyandang disabilitas lain yang ada di Desa Tambahmulyo. Tidak hanya itu, penyandang disabilitas sensorik yang tidak bisa melihat (tuna netra) juga mendapatkan bantuan tongkat.

Baca: Inspektorat Pati Tularkan Karakter Antikorupsi Kepada Pelajar

Inspektur daerah Kabupaten Pati Agus Eko Wibowo mengatakan, pemberian bantuan kepada penyandang disabilitas ini adalah tindak lanjut dari program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa dampingan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya kepada penyandang disabilitas, tetapi rumah yang tidak layak huni (RLTH) juga mendapatkan bantuan. Dalam hal ini, pihaknya menggandeng Baznas dan mendapatkan bantuan untuk renovasi 3 RLTH.

”Selain itu, kami juga menggandeng Disperkim untuk membantu merenovasi RLTH di Desa Tambahmulyo. Alhamdulillah dari Disperkim tahun ini menganggarkan 5 RLTH untuk direnovasi. Insya Allah tahun depan akan ada tambahan lagi (untuk RLTH),” terangnya.

Pihaknya juga mendorong kepada Pemerintah Desa Tambahmulyo untuk menganggarkan renovasi LRTH ini melalui Dana Desa (DD). Sekalipun nilainya kecil, tetapi menurutnya semangat gotong royong untuk membantu warga kurang ini harus ditanamkan agar kemiskinan di Kabupaten Pati semakin berkurang.

”Tetapi untuk anggaran DD ini nilainya Cuma Rp 10 juta, beda dengan Baznas yang Rp 15 juta. Ya, semangatnya, nanti semangat gotong royong dan kebersamaan,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, untuk program Pendampingan Satu OPD Satu Desa ini, semua indikator sudah terpenuhi. Namun, untuk RLTH memang membutuhkan jangka waktu untuk bisa merenovasi semua rumah yang tidak layak huni.

”(RTLH) Kita anggap selesai dengan progres. Tahun ini kita selesaikan 8 RLTH, tahun depan 20 lebih dan seterusnya, sehingga ke depannya semua rumah di Desa Tambahmuyo semuanya layak huni,” tutupnya.

 

Editor: Cholis Anwar

Ruangan komen telah ditutup.