Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengunjungi Desa Wisata Pronojiwo, Pesona Pariwisata Tersembunyi di Lumajang

Mengunjungi Desa Wisata Pronojiwo Pesona Pariwisata Tersembunyi di Lumajang
Foto: Air terjun kabut pelangi di Desa Pronojiwo, Lumajang (indonesia.travel)

MURIANEWS, Lumajang – Mendengar kata Lumajang, orang pasti teringat dengan buah pisang. Ya, hal ini tidak mengherankan karena Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tersebut memang menjadi salah satu penghasil pisang terbaik.

Potensi Lumajang sebenarnya tidak hanya buah pisang saja. Ada juga potensi di bidang pariwisata yang dimiliki daerah ini.

Salah satu yang paling terkenal adalah destinasi wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Namun, ada juga destinasi wisata lain yang perlu dikunjungi saat berada di Lumajang.

Baca juga: Mau Liburan ke Kudus, Coba Nikmati Sejuknya Air Pegunungan Desa Rahtawu

Apa saja? Salah satu rekomendasinya adalah mampir ke Desa Wisata Pronojiwo. Des aini merupakan pesona wisata tersembunyi di Lumajang.

Melansir dari Indonesia Travel, Desa Pronojiwo yang terletak di Kecamatan Pronojiwo, yang jaraknya sekitar 50 km dari pusat kota. Desa ini dihuni oleh lebih dari 8.200 warga, di 41 RT dan 14 RW yang dibagi ke dalam tujuh dusun.

Desa ini memiliki tiga objek wisata yang instagramable banget! Yaitu Air Terjun Kabut Pelangi, Air Terjun Kapas Biru, dan aliran sungai Sumber Telu.

Ketiganya merupakan spot wisata yang keelokannya bak lukisan alam. Eksis sejak tahun 2016, objek-objek wisata ini dikelola langsung oleh Pokmas atau kelompok masyarakat setempat.

Selain itu, desa ini juga sudah memiliki beberapa produk UMKM yang unik seperti kuliner khas dan kerajinan tangan yang berbahan baku tanaman.

Daya tarik dari Desa Wisata Pronojiwo

1. Mengincar best moment di dua air terjun

Sepertinya belum banyak desa yang memuat banyak objek wisata sekaligus dalam satu wilayah, terkecuali Desa Pronojiwo yang memiliki dua air terjun. Yang pertama ada Air Terjun Kabut Pelangi yang sumber mata airnya dari Gunung Semeru.

Tinggi air terjunnya kurang lebih sekitar 75 m – 95 m. Dinamakan Kabut Pelangi, karena saat di pagi hari ada kabut yang membentuk pelangi di antara dua batu di depan air terjun. Untuk mencapai air terjun ini, Anda harus trekking dulu sejauh 1,4 km.

Berikutnya, ada Air Terjun Kapas Biru. Air terjun ini merupakan kumpulan dari aliran-aliran sungai yang ada di atasnya, termasuk dari Sumber Telu. Dinamakan air terjun kapas biru karena jika difoto, maka air terjunnya seperti kapas berwarna biru.

Tinggi dari air terjun ini mencapai kurang lebih 100 m. Di depan air terjun terdapat sebuah camp ground untuk wisatawan yang ingin berkemah. Untuk mencapai ke air terjun ini, Anda juga harus trekking sejauh 1,3 km dari lahan parkir.

Agar tidak kehilangan best moment-nya, yaitu saat panorama terbaik nampak maka disarankan datang ke kedua air terjun pada jam 9-11 pagi.

2. Berburu spot foto instagramable di Sumber Telu

Selain air terjun, Desa Pronojiwo juga punya spot foto yang ciamik dan instagenik, yaitu Sumber Telu. Spot ini merupakan beberapa sumber mata air dari aliran sungai yang berada di bawah tebing, di atas Air Terjun Kapas Biru.

Sumber Telu memiliki air yang jernih dan menyegarkan. Salah satu spot foto cantiknya adalah di sekitar susunan batu-batu yang telah ditata, dengan latar belakang beberapa sumber mata air yang keluar di antara batu.

Dinamakan “Sumber Telu” karena sumber aliran air di sungai ini ada banyak. Nah, untuk mencapai ke sini, jarak trekking-nya cukup pendek, yaitu sekitar 300 m dari lahan parkir.

3. Mencicipi kuliner unik dan membeli produk kerajinan tangan yang estetik

Desa Pronojiwo juga sudah punya beberapa produk UMKM yang unik, lho. Di antaranya adalah produk kuliner yang terbuat dari buah salak.

Anda bisa mencicipi keripik salak dan dodol salak. Kedua makanan ini cukup digemari wisatawan yang berkunjung ke Desa Pronojiwo. Sementara untuk produk kerajinan tangannya, pokmas setempat membuat produk kerajinan dari bambu, menjadi gelas, teko, dan set alat makan lainnya.

Nah, penduduk Desa Pronojiwo juga mengadakan sebuah event. Yaitu, Pasar Tiban di mana Anda bisa menemukan produk UMKM khas desa seperti makanan-makanan tradisional.

4. Menginap di homestay ala resor mewah

Mau nginep di homestay ala hotel atau resor-resor mewah? Desa Pronojiwo punya! Susunan rumah-rumah kecil di area homestay ini membentuk lingkaran dengan kolam renang estetik di tengah halaman homestay.

Rumah-rumah kecil yang modern ini berupa kamar dengan fasilitas lengkap. Selain itu, di kolam renangnya pun sudah ada kursi santai. Suasana sejuk hutan yang mengelilingi homestay menambah rasa nyaman saat menginap di sini.

5. Menyaksikan pertunjukan seni yang memukau

Selain wisata alam, kuliner, dan akomodasi yang sudah memadai, ada satu hal yang enggak ketinggalan dari uniknya Desa Pronojiwo, yaitu kesenian. Ada beberapa kesenian seperti kuda lumping dan tarian barong cokot yang diselenggarakan oleh kelompok kesenian desa.

Untuk kesenian kuda lumping sendiri terdiri dari dua kelompok. Lalu, ada juga satu kelompok kesenian campursari yang terdiri dari sekelompok anak muda yang bermain musik tradisional dicampur dengan musik modern.

Masing-masing kelompok seni ini sering mengadakan pertunjukan, baik di acara warga maupun pertunjukan untuk wisatawan.

Jadi makin penasaran, ya? Ayo, segera agendakan liburan ke Desa Wisata Pronojiwo bersama orang tercinta.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: indonesia.travel

Ruangan komen telah ditutup.