Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sunat BLT Warga, Kades Tambahrejo Grobogan: Sudah Dikembalikan Semua

Sunat BLT Warga, Kades Tambahrejo Grobogan: Sudah Dikembalikan Semua | MURIANEWS
ILUSTRASI

MURIANEWS, Grobogan – Kepala Desa Tambahrejo, Wirosari, Grobogan, Suwarti menegaskan bahwa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang sempat disunat oleh oknum perangkatnya sudah dikembalikan semuanya.

Pengembalian bahkan sudah dilakukan pekan lalu. Namun begitu, justru saat sudah dikembalikan, informasi terkait penyunatan BLT DD itu baru viral beberapa hari setelahnya.

”Hari Senin (26/9/2022) kemarin itu sudah dikembalikan semua. Saya minta dikembalikan semuanya kepada para penerima manfaat, malah beberapa hari kemudian viral,” ujar Suwarti, Senin (3/10/2022).

Suwarti memaparkan, jumlah warga yang disunat BLT-nya bukan 24 orang, melainkan 20 orang saja. Masing-masing warga, BLT-nya disunat selama sembilan bulan, dengan per bulan sebesar Rp 100 ribu.

Baca: BLT Desa Tambahrejo Grobogan Diduga Disunat

Bila dihitung, 20 warga dikali Rp 100 ribu, dikalikan sembilan bulan, total BLT yang disunat tersebut mencapai Rp 18 juta. Namun begitu, Suwarti memastikan BLT yang sempat disunat itu sudah dikembalikan seluruhnya.

Lebih lanjut, Kades mengaku memang sedari awal dirinya tidak tahu soal kenakalan salah satu perangkatnya, Kadus Sempu. Menurutnya, dari tujuh orang perangkatnya, hanya Kadus Sempu yang melenceng dari imbauannya.

”Namanya juga kecolongan. Punya anak (perangkat desa, red) tujuh, yang satu begitu, kan kecolongan. Itu Kadus Sempu,” paparnya.

Suwarti mengatakan, soal kedatangan para warga yang BLT-nya disunat ke kantor polisi, yakni dalam rangka memberikan keterangan. Sebab, mereka memang dipanggil ke Polsek Wirosari.

”Itu bukan melapor, tapi mereka dipanggil oleh Polsek, untuk dimintai keterangan,” paparnya.

Sebenarnya, kata Suwarti, dia sudah memberi pengertian kepada warga. BLT tidak boleh dipotong sepeser pun, apalagi mengatasnamakan desa.

”Sudah berulang kali, sudah dihalo-halo (diumumkan, red), BLT tidak dipotong sepeser pun. Apalagi pemotongan mengatasnamakan desa,” kata dia.

Sementara itu, mengenai sanksi kepada Kadus Sempu, dia menyatakan sudah memberikan teguran keras.

Sementara, soal kasusnya yang masih bergulir di pihak berwajib, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.