Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Yogyakarta

Anggota DPRD Bantul yang Ditangkap Polda DIY Ternyata Terjerat Kasus Penipuan CPNS

Polisi menunjukkan ESJ yang telah ditahan di Polda DIY, Senin (3/10/2022). (Harian Jogja/Lugas Subarkah)

MURIANEWS, Sleman – Teka teki kasus penipuan yang menyeret anggota DPRD Bantul Enggar Surya Jatmiko (ESJ) akhirnya terungkap. Politisi Gerindra itu diketahui terjerat kasus dugaan penipuan CPNS.

Pria berusia 37 tahun itu diduga melakukan penipuan terhadap tiga orang yang ingin mendaftar CPNS Pemkab Bantul. Dari keterangan para korban, mereka dimintai uang pelicin uang hingga Rp 250 juta untuk lolos jadi CPNS.

Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko mengatakan, tiga korban yang menjadi korban tersangka, yaitu Harjiman, Sutarno, dan Agus Sumarto. Ketiga korban ini melaporkan kasus penipuan tersebut ke polisi pada 24 Maret 2022.

Baca: Anggota DPRD Bantul yang Ditangkap Polda DIY Kader Gerindra

”Rata-rata korban langsungnya adalah anak-anak para pelapor,” katanya seperti dikutip Harianjogja.com, Senin (3/10/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ESJ menjanjikan korban bisa meloloskan anak ketiga korban ini masuk CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Pemkab Bantul.

”Untuk memuluskan jalan itu, para korban harus membayar uang senilai Rp 250 juta untuk mendapatkan kemudahan itu,” ungkapnya.

Namum, ketiga korban belum ada yang membayar uang tersebut secara penuh. Korban pertama baru membayar Rp 75 juta, korban kedua Rp 50 juta, dan korban ketiga Rp 150 juta.

”Untuk korban kedua sudah dikembalikan tersangka Rp10 juta, jadi masih rugi Rp 40 juta,” ungkapnya.

Baca: Terjerat Kasus Penipuan, Anggota DPRD Bantul Ditangkap Polda DIY

Setelah memberikan uang tersebut kepada tersangka, ternyata setelah tahapan seleksi para korban tidak lolos seperti yang dijanjikan ESJ. Para korban tidak lolos menjadi CPNS maupun P3K.

Setelah kejadian itu, para orang tua korban berusaha bermediasi dengan ESJ. Namun, ESJ selalu berbelit-belit dan sulit ditemui. Parahnya, tersangka tidak mau mengembalikan uang tersebut.

”Setelah para korban membuat laporan, kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan para saksi dan kami kumpulkan barang bukti, melakukam gelar perkara, hingga penahanan terhadap ESJ pada 20 September,” kata dia.

Ia membenarkan ESJ merupakan oknum anggota DPRD Bantul. Dengan statusnya, ESJ berani menjanjikan ketiga korban lolos CPNS. Polisi memastikan dalam menipu ketiga korbannya, ESJ beraksi sendiri tanpa melibatkan pihak lainnya baik di DPRD muapun Pemkab Bantul.

Untuk korban yang melapor sejauh ini juga baru tiga orang tersebut. Adapun hubungan korban dengan ESJ ada yang masih kerabat hingga ada yang mantan guru.

”Ada guru ESJ waktu di SD, anaknya mau daftar PNS, karena tahu muridnya dulu jadi anggota DPRD, dia coba minta bantuan,” ungkapnya.

Sejumlah barang bukti yang disita polisi seperti kwitansi pembayaran, print out kartu ujian CPNS Bantul dan rekening koran beberapa bank. Atas perbuatannya, ESJ disangkakan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing empat tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: harianjogja.com

Ruangan komen telah ditutup.