Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dua Desa di Jepara Mulai Krisis Air Bersih

Dua Desa di Jepara Mulai Krisis Air Bersih
Droping air bersih ke dua desa di Kecamatan Donorojo Jepara. (Murianews/BPBD Jepara)

MURIANEWS, Jepara – Dua desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mulai membutuhkan bantuan air bersih. Keduanya di Kecamatan Donorojo, yakni Desa Clering dan Sumberrejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sudah mengirimkan bantuan air bersih pada dua desa tersebut. Itu diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto.

”Clering dan Sumberejo sudah kami pasok air bersih sejak Agustus lalu sampai sekarang. Setiap minggu kami pasok air bersih dua kali,” terang Arwin, Senin (3/10/2022).

Total ada 2000 jiwa yang terdampak kekeringan di dua desa tersebut. Rinciannya, Desa Clering ada 900 jiwa. Sedangkan, di Desa Sumberrejo ada 1.100 jiwa.

Baca: Penyuluh Pertanian di Jepara Ditarget Bangkitkan Ekonomi Petani

Arwin menyampaikan, mulai bulan ini pasokan air bersih untuk dua desa itu ditambah. Sebelumnya, air bersih dipasok dua kali sepekan. Mulai sekarang air bersih dipasok tiga kali sepekan.

Menurut data BPBD Jepara, sedikitnya ada sebelas desa masukk daerah rawan krisis air bersih. Sebelas desa itu yakni, Desa Clering dan Sumberejo Kecamatan Donorojo, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari.

Kemudian, Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Gerdu dan Kaliombo Kecamatan Pecangaan. Serta lima desa di Kecamatan Kedung, yaitu Kedung Malang, Tedunan, Kalianyar, Panggung, dan Surodadi.

Dari sebelas desa itu, baru dua desa yang mengajukan bantuan air bersih.

Menurut Arwin, meski sejumlah wilayah di Jepara mulai diguyur hujan dengan intensitas rendah, diperkirakan krisis air bersih berlangsung hingga akhir bulan ini.

”Seminggu sekali (turun hujan), intensitasnya ringan. Membaca cuaca seperti ini, sumber air malah sulit,” pungkas Arwin.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.