Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Komas HAM Dalami Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa di Tragedi Kanjuruhan

Komas HAM Dalami Penggunaan Gas Air Mata Kedaluarsa di Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan hampir mirip dengan kejadian yang terjadi di Peru pada 1964. Tragedi Kanjuruhan dipastikan menjadi insiden sepak bola memilukan kedua setelah di Peru.(internet)

MURIANEWS, Jakarta – Dugaan adanya penggunaan gas air mata yang sudah kedaluwarsa untuk membubarkan massa yang ada di Stadion kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), didalami oleh pihak Komnas HAM.

Sebab, diduga karena gas air mata yang dilontarkan aparat kepolisian itu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Bahkan masih ada ratusan korban yang mengalami luka berat dan luka ringan.

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam mengatakan, dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa akan menjadi kunci pertanyaan ke petugas medis.

”Gas pasti punya kedaluwarsa itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen dan lainnya seperti apa,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (3/10/2022).

Baca: Polisi Periksa 18 Anggota Pelontar Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Anam juga mengaku telah berkoordinasi dengan Aremania, sebutan suporter Arema FC untuk menyelidiki kasus tersebut. Termasuk dengan keluarga para korban.

Dia mengatakan, Aremania adalah salah satu suporter terbaik di Indonesia. Anam juga mengaku jika dirinya diminta oleh Aremania  untuk melihat peristiwa tersebut secara objektif.

”Kami diminta teman-teman Aremania peristiwa ini harus dilihat secara objektif. Jadi ada tidak kekerasan, ini harus kami alami,” kata dia.

Baca: Data Polisi Tragedi Kanjuruhan, Korban 450 Orang Luka-luka dan Meninggal Dunia   

Tak tanggung-tanggung, untuk mengusut tragedi Kanjuruhan ini, pihaknya telah membawa tim dalam jumlah besar. Bahkan Anam juga akan memimpin secara langsung investigasi ini.

”Saya bawa tim besar dan saya pimpin sendiri,” katanya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Ruangan komen telah ditutup.