Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jalan-jalan ke Solo, Jangan Lupa Bawa Pulang Oleh-Oleh Produk Kriya Legendaris Ini

Jalan-jalan ke Solo, Jangan Lupa Bawa Pulang Oleh-Oleh Produk Kriya Legendaris Ini
Foto: Keraton Kasunanan Surakarta (wikipedia.org)

MURIANEWS, Solo – Kota Surakarta atau juga dikenal dengan nama Solo selama ini dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan budaya di Indonesia. Indikasinya bisa dilihat dengan banyaknya bangunan peninggalan masa lalu, keberadaan keraton, dan beragam budaya warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Selain itu, kota Solo juga memiliki banyak kuliner khas yang legendaris. Untuk itu, jika berkesempatan ke kota Solo, jangan lupa mencicipi kuliner khasnya.

Tak hanya itu, tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Solo tanpa membawa oleh-oleh kerajinan kriya ketika pulang. Berikut beberapa produk kriya khas Solo yang bisa dijadikan oleh-oleh, dikutip dari laman Indonesia.travel, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Ini Kuliner Khas Solo yang Legendaris dan Harus Dicoba, Semuanya Maknyus dan Bikin Ketagihan lho!

Batik Solo

Foto: Pusat belanja batik khas Solo di Pasar Klewer. (solocity.travel)

Belum pergi ke Kota Batik namanya kalau belum membungkus oleh-oleh wajib, yaitu batik Solo. Dikenal juga sebagai batik keraton, corak batik Solo memiliki garis yang lebih tipis dan kecil dibanding jenis batik lainnya.

Motif batik Solo cenderung menggunakan latar berwarna coklat atau warna gelap yang bermakna kerendahan hati, kesederhanaan, dan sifat membumi.

Nah, untuk mencari batik Solo dengan harga bersahabat, Anda bisa mengunjungi Pasar Klewer yang buka dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore.

Wayang Kulit

Foto: Wayang kulit Solo (indonesia.travel)

Siapa yang suka menyaksikan pertunjukan wayang kulit khas Jawa yang sudah terdaftar sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity UNESCO? Ternyata, wayang kulitnya sendiri bisa Anda bungkus untuk menjadi oleh-oleh, lho!

Wayang kulit khas Kota Solo ini terbuat dari kulit kerbau dan memiliki karakter yang unik karena ukurannya lebih tinggi dari wayang kulit pada umumnya, serta proporsi tubuh yang ramping dan panjang, sehingga disebut juga sebagai Gagrak Surakarta.

Nah, Anda yang ingin belajar membuat wayang kulit sekaligus memesannya, silakan datang ke Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kreatif Semanggi Harmoni.

Blangkon Serengan

Foto: Perajin blangkon di Blangkon di Kampung Blangkon Potrojayan (solopos.com/Surakarta.go.id)

Mau topi-topi khas Jawa yang biasa dipakai penduduknya di berbagai acara? Itu namanya Blangkon serengan yang wajib Anda miliki kalau mampir ke Kota Batik ini!

Blangkon khas Solo ini memiliki ciri khas, yaitu terbuat dari kain batik berwarna kecoklatan dan bagian belakang topi atau mondolan yang berbentuk datar.

Anda bisa temukan blangkon khas Solo ini di Kampung Blangkon Serengan. Kampung ini merupakan sentra pengrajin blangkon khas Solo dan telah menjadi pusat pembuatan blangkon di Kota Solo sejak tahun 1970-an.

Nah, Anda bisa mendapatkan blangkon berkualitas yang dibuat dengan ketelitian yang tinggi ini dengan kisaran harga puluhan ribu rupiah saja!

Aneka Barang Antik

Foto: Pusat barang antik di Solo (okezone/Bramantyo)

Kota Solo yang kental akan tradisi dan budaya yang masih berlanjut hingga hari ini, tentunya tidak terlepas juga dari barang-barang antik yang masih eksis. Nah, bagi Anda yang suka mengoleksi barang-barang antik, ada satu surga barang antik sekaligus pusat oleh-oleh di Kota Solo yang wajib dikunjungi, yaitu Pasar Triwindu.

Di pasar ini, Anda bisa menemukan berbagai jenis barang antik seperti uang koin, kertas kuno, topeng, piring kuno, keris, batik, perkakas rumah tangga, radio kuno, jam tangan bekas, patung, lampu hias kuno, hingga mainan tradisional tempo dulu.

Kain lurik

Foto: Kain lurik (indonesia.travel)

Selain kain batik, ada salah satu kain yang enggak boleh ketinggalan dalam list oleh-oleh favorit khas Solo! Kain tersebut adalah kain lurik.

Bagi masyarakat Jawa, kain lurik yang sarat akan makna ini telah hadir sejak jaman pra sejarah dan sering digunakan hingga hari ini. Kain dengan pola garis-garis sederhana ini biasa ditemukan dalam bahan pakaian, ritual keagamaan, upacara perkawinan, ruwatan, siraman, mitoni serta upacara tradisional.

Penasaran di mana membelinya? Anda bisa berkunjung ke Pedan Klaten, sentra produksi kain lurik yang terbesar di Solo Raya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: indonesia.travel

Ruangan komen telah ditutup.