Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sejumlah Musisi di Kudus jadi Korban Arisan yang Diduga Bodong

Beberapa musisi yang menjadi korban penipuan lelang arisan bodong. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah musisi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diduga menjadi korban penipuan lelang arisan. Tiap orang ditengarai kehilangan uang puluhan juta rupiah.

Bahkan, beredar di media sosial terduga pelaku yang berinisial EP warga Kecamatan Jati, Kudus, dikabarkan membawa uang para musisi di Kudus senilai hampir Rp 2 miliar.

Salah seorang penyanyi yang jadi korban, Devi Safira mengaku, ikut bergabung dalam lelang arisan terduga pelaku semenjak 5 September 2022.

Baca: Mayat Seorang Kakek Mengapung di Sumur di Kudus

Awalnya dirinya memang tergiur dengan postingan status WhatsApp terduga pelaku yang menjanjikan keuntungan dengan membeli lelang arisan. Terlebih, terduga pelaku juga sempat melampirkan testimoni saat pencairan kepada anggota lelang arisan lain.

”Sempat tanya sama yang sudah cair juga. Memang awalnya amanah, dan sempat delapan kali cair, tapi keuntungannya saya buat beli lagi lelang arisan, tapi tidak cair,” katanya Sabtu (1/10/2022).

Baca: Mau Liburan ke Kudus, Coba Nikmati Sejuknya Air Pegunungan Desa Rahtawu

Akibatnya kini dirinya harus merugi Rp 47 juta dari beberapa lelang arisan yang sudah dibelinya namun tak bisa dicairkan. Bahkan, sambung dia, korbannya mencapai puluhan orang.

Senada penyanyi lain, Yuni Arista juga mengaku menjadi korban penipuan lelang arisan dari terduga pelaku yang sama. Bahkan, uang senilai Rp 63 juta raib setelah membeli lima kloter lelang arisan bodong yang saat ini tak bisa cair tersebut.

”Saya ikut sejak bulan Juni 2022, awalnya ya bisa cair dengan jangka waktu itu berfariasi, ada yang cair beberapa hari setelah pembelian, ada yang beberapa pekan,” ujarnya.

Nasib sama juga dialami Andy, seorang player orgen di Kudus ini juga turut menjadi korban lelang arisan bodong tersebut. Memang kebanyakan, korban lelang arisan bodong tersebut merupakan musisi yang memang sudah mengenal terduga pelaku.

”Saya itu beli lelangan total 20 juta yang belum cair. Yang pertama Rp 5 juta, lalu ada Rp 15 juta,” imbuhnya.

Mereka juga sempat berinisiatif untuk mendatangi rumah terduga pelaku dan menunggu kepulangan pelaku selama semalam penuh, pada Rabu (19/9/2022) lalu. Namun saat itu terduga pelaku ternyata tak kembali ke rumah hingga saat ini.

Meski demikian, saat ini mereka belum melaporkannya kasus dugaan penipuan tersebut ke kepolisian. Mereka berencana akan segera melaporkan dugaan penipuan sesegera mungkin.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.