Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lindungi Buruh Rumah Tangga, Kemnaker Dorong Percepatan Pengesahan RUU PPRT

Lindungi Buruh Rumah Tangga, Kemnaker Dorong Percepatan Pengesahan RUU PPRT
Ilustrasi demo RUU PPRT (Merdeka.com)

MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong DPR untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang. Mengingat, hingga saat ini buruh rumah tangga belum mempunyai legalitas yang jelas.

Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, regulasi itu diharapkan dapat menjadi landasan dalam mengatur dan mengelola permasalahan bidang ketenagakerjaan. Sehingga nantinya dapat melindungi 4,2 juta pekerja domestik atau PRT di Indonesia.

”Percepatan pembahasan dan pengesahan RUU PPRT ini penting, sebagai payung hukum untuk melindungi pekerja rumah tangga,” terangnya, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu (1/10/2022).

Baca: Buruh Juga Tuntut DPR Segera Sahkan RUU PPRT dan Merevisi UU KPK

Menurutnya, dengan adanya UU PPRT ini persolana rumah tangga juga mempunyai payug hukum yang jelas.

”Lahirnya UU PPRT ini kita ingin persoalan-persoalan terkait pekerja domestik ini bisa kita selesaikan dan memiliki dasar hukum yang sangat jelas,” imbuhnya.

Anwar menilai, harus ada kejelasan hukum yang dapat dijadikan fondasi untuk menyelesaikan persoalan dan memberikan perlindungan PRT. Sebab, hingga saat ini, RUU PPRT telah melalui proses panjang yakni 18 tahun.

Dinamika RUU PPRT ini pun kembali meningkat dengan semakin gencarnya masyarakat sipil menuntut percepatan pembahasan dan pengesahan RUU PPRT, dan kembali masuknya RUU PPRT ke dalam Prolegnas Prioritas 2022.

Baca: Buruh Desak DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

”Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendukung RUU PPRT ini agar bisa menjadi UU. Berbicara pekerja domestik yang bekerja di luar negeri, kita selalu mengedepankan kata perlindungan sebagai bagian yang memang tidak terpisahkan dari PMI sektor domestik. Kita ingin perlindungan ini betul-betul jelas kepada mereka yang bekerja pada sektor domestik ini,” jelas Anwar.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Merdeka.com

Ruangan komen telah ditutup.