Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dana Insentif Penanganan Inflasi di Kudus Harus Segera Habis

Pendapa Kabupaten Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, mendapat dana insentif daerah dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi penanganan inflasi di daerah. Dana dengan besaran Rp 10,4 miliar itu harus habis di sisa bulan tahun 2022 ini.

Jika tidak habis, maka sisa dana tersebut akan hangus

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono menyampaikan, sesuai regulasi, dana insentif tersebut tidak bisa masuk sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). Sehingga penggunaannya harus dimaksimalkan sampai bulan Desember 2022 mendatang.

Sesuai rencana, dana tersebut akan digunakan untuk tiga kegiatan. Kegiatan yang pertama adalah pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), kemudian kegiatan pasar murah.

Baca: Sukses Tangani Inflasi, Pemkab Kudus Dikucuri Rp 10,4 Miliar

Sementara sisa anggaran nanti akan digunakan untuk pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga yang terdampak kenaikan harga.

”Dinas-dinas terkait kini sedang kami minta untuk segera menyusun anggaranya, untuk kemudian kegiatannya bisa segera dilaksanakan,” katanya, Sabtu (1/10/2022).

Khusus untuk pemberian BLT inflasi, Eko menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kudus sebenarnya telah menganggarkan Rp 4,3 miliar untuk pemberian BLT 9.000-an masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

Namun karena mendapat tambahan dana insentif ini, kemungkinan jumlah penerimanya akan bertambah. Sementara nominalnya tetap, yakni Rp 450 ribu untuk tiga bulan.

”Nanti Dinas Sosial yang menjalankan, sementara Pasar Murah akan dijalankan Dinas Perdagangan dan pemberdayaan UMKM nanti akan di Dinas Ketenagakerjaan dan UMKM,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.